NEWSTICKER
Virus Korona. Foto : AFP.
Virus Korona. Foto : AFP.

Butuh 19 Bulan untuk Pulihkan Ekonomi Akibat Korona

Ekonomi virus korona ekonomi global
Nia Deviyana • 02 Februari 2020 11:12
Washington: Lebih dari selusin maskapai penerbangan dan perusahaan global seperti Disney dan Tesla yang memiliki basis besar di Tiongkok menunda operasinya untuk sementara. Mereka membatasi perjalanan terkait kekhawatiran akan virus korona yang semakin merebak.
 
Melansir CNBC International, Minggu, 2 Februari 2020, infeksi virus sudah melampaui 11 ribu pasien. Angka ini melampaui total infeksi wabah SARS yang butuh waktu sembilan bulan untuk mencapai angka tersebut.
 
Sejumlah perusahaan mengatakan virus ini telah mengancam sektor-sektor perjalanan, ritel, maupun teknologi yang mencari permintaan di pasar Tiongkok.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini terkait dengan kepanikan, dan itu bisa memakan waktu antara sepuluh bulan hingga 19 bulan untuk pariwisata, serta pengeluaran di suatu daerah untuk sepenuhnya pulih dari wabah lokal," ujar CEO Dewan Perjalanan dan Pariwisata Dunia Gloria Guevara.
 
Gloria melanjutkan sebagian besar konsekuensi dari wabah seperti ini disebabkan oleh kesalahan manajemen, kurangnya komunikasi, dan respons panik. Dia menunjuk wabah SARS pada 2003 sebagai salah satu contoh. Dia mengatakan biaya ekonomi global yang dikeluarkan akibat epidemi tersebut mencapai USD40 miliar hingga USD60 miliar serta memengaruhi 2,8 juta pekerjaan di Tiongkok.
 
“Manajemen krisis sangat penting. Mereka harus proaktif dan transparan. Pemerintah perlu bekerja sama dengan sektor swasta dan kita tidak perlu panik," katanya kepada pejabat kesehatan internasional.
 
Menurut Gloria, setiap perusahaan merespons situasi dengan caranya sendiri seperti menangguhkan operasi, membatasi perjalanan karyawan, membatalkan perayaan liburan, dan lainnya.
 
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan virus korona sebagai darurat kesehatan global merujuk fakta yang menunjukkan wabah terus menyebar ke negara-negara lain dengan sistem kesehatan yang lebih lemah.
 
Pejabat AS mengantisipasi pemberitahuan tersebut dengan melakukan karantina wajib pada warga AS yang baru bepergian ke Hubei, salah satu kota di Tiongkok yang menjadi pusat penyebaran wabah. AS juga memberlakukan karantina wajib pada warga AS yang baru-baru ini bepergian ke provinsi Hubei, pusat penyebaran wabah.
 
Sementara itu, pemerintah lokal di Tiongkok telah memperpanjang kewajiban penutupan pabrik mulai Tahun Baru Imlek 31 Januari hingga 9 Februari 2020, yang memengaruhi perusahaan AS dari Walmart ke Tesla.
 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif