Minyak Perkasa Akibat Sanksi AS terhadap Iran
Ilustrasi (AFP Photo/David McNew)
New York: Harga minyak dunia naik pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB) setelah sanksi-sanksi AS terhadap barang-barang Iran mulai berlaku. Kondisi itu meningkatkan kekhawatiran bahwa sanksi terhadap minyak Iran yang diperkirakan pada November dapat menyebabkan kekurangan pasokan.

Mengutip Antara, Rabu, 8 Agustus 2018, patokan global, minyak mentah Brent untuk pengiriman Oktober bertambah USD0,90 atau 1,2 persen menjadi menetap di USD74,65 per barel di London ICE Futures Exchange, setelah mencapai tertinggi sesi sebesar USD74,90.

Sementara itu, patokan AS, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September naik sebanyak USD0,16 atau 0,20 persen menjadi ditutup di USD69,17 per barel di New York Mercantile Exchange, turun dari tertinggi awal sesi USD69,83.



Gedung Putih mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Amerika Serikat akan mengaktifkan kembali sejumlah sanksi terhadap sektor keuangan dan industri Iran mulai Selasa 7 Agustus. Sanksi-sanksi AS terhadap anggota OPEC, Iran, secara resmi mulai berlaku pada pukul 00.01 tengah malam waktu setempat.

Sanksi-sanksi itu tidak termasuk ekspor minyak Iran. Negara ini mengekspor hampir 3 juta barel per hari (bpd) minyak mentah pada Juli. Sanksi-sanksi tersebut menargetkan pembelian USD, perdagangan logam, batu bara, perangkat lunak industri, dan sektor otomotif Iran.

Sanksi-sanksi AS terhadap sektor energi Iran akan diberlakukan kembali setelah wind-down period 180 hari berakhir pada 4 November. "Ini tentu mengingatkan kepada semua orang bahwa AS serius tentang sanksi-sanksinya, dan diragukan mereka akan memberikan keringanan," kata John Kilduff, mitra di Again Capital Management di New York.

Seiring dengan ketegangan geopolitik yang dapat memengaruhi produksi minyak mentah Iran, pedagang juga mengawasi persediaan AS yang diperkirakan turun 3,3 juta barel dalam pekan yang berakhir 3 Agustus, menurut analis yang disurvei.

 



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id