USD Perkasa Usai Gerak Euro Tergelincir
Ilustrasi (MI/IMMANUEL ANTONIUS)
New York: Kurs dolar Amerika Serikat (USD) menguat ke tingkat tertinggi enam bulan terhadap euro pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB). Hal itu terjadi setelah data menunjukkan perlambatan ekonomi di zona Euro dan risalah pertemuan Fed dirilis.

Mengutip Antara, Kamis, 24 Mei 2018, indeks dolar USD, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,40 persen menjadi 93,983 pada akhir perdagangan. USD terus menguat sejalan dengan membaiknya perekonomian AS dan naiknya imbal hasil surat utang Pemerintah AS.

Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi USD1,1700 dari USD1,1778 pada sesi sebelumnya, dan poundsterling Inggris turun menjadi USD1,3351 dari USD1,3429 di sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi USD0,7563 dari USD0,7577.

Sedangkan USD dibeli 110,08 yen Jepang, lebih rendah dari 111,00 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Kemudian USD naik menjadi 0,9962 franc Swiss dari 0,9929 franc Swiss, dan naik menjadi 1,2836 dolar Kanada dari 1,2814 dolar Kanada.



Euro kehilangan 0,70 persen terhadap greenback pada akhir perdagangan Rabu 23 Mei ke tingkat terendah sejak pertengahan November, karena survei bisnis menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi zona euro melambat jauh lebih tajam dari yang diperkirakan bulan ini.

Sementara itu, para investor juga mencerna risalah dari pertemuan kebijakan Federal Reserve yang baru dirilis. Risalah pertemuan the Fed pada Rabu 23 Mei menunjukkan bahwa para pejabat bank sentral menganggap periode sementara inflasi sedikit di atas dua persen akan konsisten dengan target simetris inflasi Komite.

The Fed juga menunjuk kenaikan suku bunga pada pertemuan Juni, mengatakan Ini mungkin akan segera sesuai bagi Komite untuk mengambil langkah lain dalam menghapus kebijakan akomodatif. Tentu keputusan ini dengan melihat sejumlah indikator perekonomian terutama data tenaga kerja dan tingkat inflasi.

 



(ABD)