USD Perkasa di Tengah Pertemuan KTT G7
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
New York: Dolar Amerika Serikat (USD) bergerak perkasa pada Jumat waktu setempat (Sabtu WIB) setelah empat hari beruntun. Penguatan dapat terjadi karena para investor menjadi berhati-hati di tengah pertemuan KTT G7 yang kontroversial sejalan dengan pengenaan tarif impor yang tinggi oleh Amerika Serikat.

Mengutip Xinhua, Sabtu, 9 Juni 2018, pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi USD1,1768 dari USD1,1808 di sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi USD1,3416 dari USD1,3426 di sesi sebelumnya. Dolar Australia jatuh ke USD0,7600 dari USD0,7620.

Sedangkan USD membeli 109,47 yen Jepang atau lebih rendah dari 109,73 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Kemudian USD naik ke 0,9852 franc Swiss dibandingkan dengan posisi 0,9803 franc Swiss, dan jatuh ke 1,2937 dolar Kanada dari 1,2979 dolar Kanada.



Investor prihatin atas ketegangan antara Amerika Serikat dan mitra dagang utamanya. KTT G7 akan diselenggarakan di Kanada dari Jumat hingga Sabtu, di mana perdagangan diharapkan menjadi agenda utama dan ada harapan untuk menghilangkan hambatan perdagangan.

Mata uang safe haven seperti yen Jepang meningkat 0,2 persen terhadap USD pada akhir perdagangan Jumat. Indeks USD, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, meningkat 0,14 persen pada 93,567 pada akhir perdagangan.

Greenback telah berada di bawah tekanan dalam empat sesi sebelumnya, karena reli euro menyusul berita bahwa Bank Sentral Eropa atau European Central Bank (EDB) akan melepas program pembelian obligasi dalam pertemuan 14 Juni mendatang. Mata uang bersama melonjak lebih dari satu persen untuk minggu ini.

 



(ABD)