Ilustrasi (FOTO: AFP)
Ilustrasi (FOTO: AFP)

Tarif Trump Berpotensi Picu Suku Bunga AS Naik

Ekonomi ekonomi amerika the fed
18 Mei 2019 19:03
New York: Beberapa analis mengatakan meningkatnya perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok dapat menyebabkan kenaikan suku bunga acuan. Tentu kondisi itu sangat berlawanan dengan apa yang diinginkan Presiden AS Donald Trump kepada Federal Reserve yang meminta untuk segera memangkas suku bunga AS.
 
Mengutip CNBC, Sabtu, 18 Mei 2018, konsensus pasar baru-baru ini memberikan saran kepada Federal Reserve bahwa tidak mungkin untuk menaikkan suku bunga, dengan dana berjangka the Fed menunjukkan 76 persen. Kemungkinan bank sentral akan menurunkan suku bunga sebanyak 25 basis poin sebelum September.
 
Trump secara teratur menyatakan ketidaksetujuannya terhadap suku bunga AS yang tinggi dan menyerukan the Fed untuk segera memotongnya. Dalam cuitannya, Trump mengungkapkan, AS akan memenangkan perang perdagangan dengan Tiongkok jika bank sentral AS mengikuti sarannya.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tetapi beberapa analis memukul nada itu. Mark Phelps, CIO dari ekuitas global terkonsentrasi di AllianceBernstein, mengatakan jika harga didorong naik karena tarif Trump pada barang-barang Tiongkok maka the Fed dapat menanggapi dampak kenaikan inflasi dengan menaikkan suku bunga acuan.
 
Bank-bank sentral umumnya akan menaikkan suku bunga ketika inflasi naik di atas target inflasi mereka, dan tingkat yang lebih tinggi cenderung ke arah pertumbuhan ekonomi yang moderat. Ini meningkatkan biaya pinjaman dan karena itu dapat membatasi pertumbuhan belanja konsumen.
 
"Tarif naik, Anda akan melihat beberapa hit to margin untuk perusahaan, dan itu mungkin mengurangi investasi mereka. Itu tidak bagus untuk pertumbuhan," kata Phelps.
 
Dia menambahkan harga yang lebih tinggi akan mengurangi pembelian barang konsumen, juga mengurangi pertumbuhan. Kondisi ini pada akhirnya akan memberikan tekanan terhadap pertumbuhan ekonomi AS di masa-masa yang akan datang.
 
"Akan ada dampak inflasi sehingga the Fed akan berpotensi memperlambat pertumbuhan dan inflasi naik. Bukan keadaan ideal, tetapi tentu saja bukan sesuatu di mana mereka akan terburu-buru dan hanya memotong suku bunga demi itu," kata Phelps.
 
Pandangan ini juga digaungkan oleh Giles Keating, penasihat senior di Torchwood Capital, yang mengatakan kepada CNBC "Squawk Box Europe" bahwa pasar obligasi terpengaruh ketika inflasi naik. Dan the Fed akan melihat melalui itu dan mengatakan itu hanya tarif yang lebih tinggi, dan Itu hanya satu kali serta itu akan hilang.
 
Sementara itu, Kepala Ekonom Tiongkok di ICBC Standard Bank Jinny Yan, mengatakan, menaikkan suku bunga acuan menjadi hal penting bagi the Fed karena ada tekanan inflasi yang melanda AS. Hal itu bisa terjadi di tengah keinginan Trump yang meminta the Fed segera memotong suku bunga acuannya.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif