Direktur Pelaksana IMF Chrstine Lagarde (Éric Piermont/AFP)
Direktur Pelaksana IMF Chrstine Lagarde (Éric Piermont/AFP)

IMF Peringatkan Ekonomi Global Terus Melambat

Ekonomi imf ekonomi dunia ekonomi global
Ilham wibowo • 03 April 2019 11:31
Washington: Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) memperingatkan bahwa mayoritas negara di dunia mengalami pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat pada 2019. Perekonomian global dinilai telah kehilangan momentum.
 
Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde mengatakan meningkatnya ketegangan perdagangan dan kekhawatiran terhadap Brexit meresahkan ekonomi global selama beberapa bulan terakhir. Kondisi keuangan juga cenderung lebih tertekan karena bank sentral menaikkan suku bunga.
 
Dalam pidatonya di Washington, sebelum pertemuan musim semi IMF minggu depan, Lagarde mengindikasikan bahwa pemberi pinjaman global kemungkinan menurunkan perkiraan untuk pertumbuhan ekonomi dunia pada 2019 dan 2020. Pada Januari, IMF memperkirakan ekonomi global akan berkembang sekitar 3,5 persen pada 2019 dan 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sejak itu telah kehilangan momentum lebih lanjut, seperti yang akan Anda lihat dari perkiraan kami yang diperbarui minggu depan," kata Lagarde, seperti dilansir dari The Guardian, Rabu, 3 April 2019.
 
Peringatan dari lembaga yang berbasis di Washington itu muncul ketika kekhawatiran tumbuh atas kekuatan ekonomi dunia satu dekade setelah krisis keuangan 2008. IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi akan melambat di 70 persen negara tahun ini.
 
"Setahun yang lalu, saya berkata, matahari bersinar-memperbaiki atap. Enam bulan lalu, saya menunjuk ke awan risiko di cakrawala. Hari ini, cuaca semakin tidak menentu," katanya.
 
Meskipun ada peringatan, Lagarde mengatakan, ekonomi global harus dapat menghindari resesi besar-besaran dalam waktu dekat. "Bahkan, kami mengharapkan beberapa peningkatan dalam pertumbuhan pada paruh kedua 2019 dan memasuki 2020," katanya.
 
Pasar keuangan terguncang tahun lalu oleh penaikan suku bunga oleh Federal Reserve AS dan perselisihan perdagangan Donald Trump dengan Beijing. Tanda-tanda dalam beberapa bulan terakhir dari bank sentral, termasuk the Fed, menahan kenaikan suku bunga tambahan telah menenangkan pasar global.
 
Namun, rebound untuk pertumbuhan yang dirilis oleh IMF untuk paruh kedua 2019 berlatar belakang kondisi yang dinilai semakin genting. Menurut Lagarde, dengan risiko potensial termasuk Brexit serta utang tinggi di beberapa sektor dan negara menjadikan ketegangan atas perdagangan kebijakan hingga rasa tidak nyaman di pasar keuangan.
 
"Banyak ekonomi tidak cukup tangguh. Utang publik yang tinggi dan suku bunga rendah telah meninggalkan ruang terbatas untuk bertindak ketika penurunan berikutnya datang, yang pasti akan terjadi," ujarnya.
 
Lagarde menuturkan pihaknya telah memodelkan dampak potensial dari tarif terhadap semua barang yang dijual antara AS dan Tiongkok yang dinaikkan sebesar 25 poin. Angka AS menunjukkan nilai total perdagangan barang AS-Tiongkok hampir USD660 miliar pada tahun lalu.
 
Peningkatan seperti itu, kata dia, akan mengurangi PDB tahunan hingga 0,6 persen di AS. Hal serupa juga akan terjadi di Tiongkok yang berkurang hingga 1,5 persen. "Ini adalah potensi luka yang disebabkan oleh diri sendiri yang harus dihindari. Tidak ada yang memenangkan perang dagang," pungkasnya.
 

(ABD)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif