Ilustrasi (FOTO: AFP)
Ilustrasi (FOTO: AFP)

Saham AS Merekah, Dow Jones Melesat 746 Poin

Ekonomi wall street
Angga Bratadharma • 05 Januari 2019 07:01
New York: Saham-saham di bursa Wall Street ditutup naik tajam pada Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), berakhir pekan ini dengan catatan yang tinggi. Kondisi itu terjadi setelah saham-saham teknologi menguat, pasar kerja tetap menanjak, dan Federal Reserve AS mengisyaratkan pengetatan kebijakan moneter yang lebih lambat.
 
Mengutip Xinhua, Sabtu, 5 Januari 2019, indeks Dow Jones Industrial Average ditutup 746,94 poin atau 3,29 persen dan berada di level 23.433,16. S&P 500 melonjak 85,05 poin atau 3,43 persen menjadi 2.531,94. Indeks Komposit Nasdaq naik 275,35 poin atau 4,26 persen menjadi 6.738,86.
 
Ketua the Fed Jerome Powell menenangkan kekhawatiran pasar yang tumbuh setelah Apple memangkas perkiraan pendapatan kuartalan yang menimbulkan kerugian besar di tiga indeks utama. Powell menekankan bahwa para pejabat the Fed cukup sabar dan mengawasi dengan cermat suara-suara di pasar keuangan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, Powell juga menyebut kebijakan the Fed terbilang fleksibel dan melekat pada perkembangan ekonomi terkini. Dalam artian, the Fed tetap mengambil kebijakan sesuai dengan situasi dan kondisi perekonomian, terutama dari sisi lapangan kerja, tingkat inflasi, dan pertumbuhan.
 
"Seperti biasa, tidak ada jalur untuk menetapkan sebuah kebijakan. Dan khususnya dengan pembacaan inflasi yang rendah telah datang, kita akan bersabar untuk melihat bagaimana ekonomi berkembang," kata Powell, bersama dengan pendahulunya Janet Yellen dan Ben Bernanke pada pertemuan tahunan American Economic Association, di Atlanta.
 
Dia menambahkan bank sentral AS tidak akan ragu untuk menyesuaikan rencana pengurangan neraca jika itu menyebabkan masalah di pasar. Artinya, the Fed berarti mengubah program pembelian obligasi besar-besaran yang awalnya dilaksanakan pada akhir 2008 untuk menyelamatkan sistem keuangan AS yang runtuh.
 
"Jika kita sampai pada kesimpulan bahwa setiap aspek dari rencana kita menyebabkan masalah maka kita tidak akan ragu untuk mengubahnya," tukasnya.
 
Di sisi ekonomi, Biro Statistik Tenaga Kerja di bawah Departemen Tenaga Kerja mengungkapkan, data ketenagakerjaan yang lebih kuat dari perkiraan membantu memulihkan kembali ekonomi AS. Total pekerjaan penggajian nonpertanian meningkat sebesar 312 ribu pada Desember, mengalahkan ekspektasi pasar atas 176 ribu pekerjaan.
 

 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi