Ilustrasi. (FOTO: Medcom.id/Suci Sedya Utami)
Ilustrasi. (FOTO: Medcom.id/Suci Sedya Utami)

Bank Dunia Beri Pinjaman ke Indonesia Rp706 Miliar

Ekonomi bank dunia
Annisa ayu artanti • 12 Juni 2019 20:23
Washington: Dewan Direktur Eksekutif Bank Dunia menyetujui pinjaman sebesar USD49,6 juta atau setara Rp706 miliar (Rp14.241 per USD) untuk Indonesia.
 
Melansir laman Worldbank.org, Rabu, 12 Juni 2019 dijelaskan, pinjaman kepada Indonesia itu diperuntukkan membiayai proyek pemerintah seperti meningkatkan kapasitas kota-kota, merumuskan dan menganalisis investasi infrastruktur untuk mencapai pembangunan perkotaan berkelanjutan, dan pengelolaan kota yang lebih terintegrasi.
 
"Proyek yang dibiayai oleh pinjaman ini akan menguntungkan sekitar 12,5 juta orang yang tinggal di 13 kota," kata Bank Dunia.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bank Dunia menilai, Indonesia adalah salah satu kontributor terbesar untuk urbanisasi secara global. Menurut perkiraan PBB, populasi perkotaan Indonesia meningkat hampir 59 juta orang dari 2010 hingga 2018.
 
Saat ini, 137 juta orang tinggal di kota-kota di Indonesia atau 54 persen dari populasi. Pangsa penduduk perkotaan diperkirakan akan tumbuh menjadi 68 persen dari populasi pada tahun 2025.
 
Namun, karena kesenjangan yang terus-menerus dalam infrastruktur dan kurangnya perhatian terhadap prioritas spasial dari investasi infrastruktur, Indonesia belum sepenuhnya diuntungkan dari efek positif urbanisasi.
 
Indonesia memiliki Proyek Pengembangan Perkotaan Nasional (NUDP) yang baru yang akan membantu kota mengintegrasikan rencana dan strategi sektoral termasuk rencana induk untuk transportasi, perumahan, strategi ekonomi dan lingkungan. Selain itu, hubungan antara investasi modal jangka menengah, prioritas infrastruktur, dan kebutuhan pembiayaan akan diperkuat.
 
NUDP juga akan mendukung pengembangan data dan studi berkualitas tinggi untuk perencanaan kota, membantu pemerintah kota melakukan investasi modal yang lebih baik di seluruh sektor, dan meningkatkan kemampuan mereka untuk mengakses sumber pendanaan alternatif.
 
"Proyek ini akan menyebabkan pembiayaan infrastruktur yang lebih efektif untuk membuat kota-kota lebih layak huni dan produktif," kata Direktur Negara Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor-Leste,Rodrigo A Chaves.
 
"Indonesia rentan terhadap dampak buruk perubahan iklim. Proyek ini akan meningkatkan hubungan antara perencanaan kota dan pengembangan infrastruktur untuk membuat investasi lebih efisien dan mengurangi kerentanan terhadap bahaya terkait iklim dengan mengarahkan pembangunan ke daerah berisiko rendah," ucap Chaves.
 
Dukungan Bank Dunia untuk infrastruktur dan pemberian layanan lokal merupakan komponen penting dari Kerangka Kerja Kemitraan Negara Kelompok Bank Dunia untuk Indonesia, yang berfokus pada prioritas pemerintah yang memiliki potensi dampak transformasional.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif