Ilustrasi. AFP PHOTO/YASIN AKGUL
Ilustrasi. AFP PHOTO/YASIN AKGUL

Dolar AS Jatuh di Tengah Penguatan Euro

Ekonomi dolar as
Angga Bratadharma • 01 November 2019 09:32
New York: Kurs dolar Amerika Serikat (USD) tumbang pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB), di tengah meningkatnya mata uang euro. Adapun euro melonjak karena pertumbuhan ekonomi di kawasan iru terlihat membaik pada kuartal ketiga.
 
Mengutip Xinhua, Jumat, 1 November 2019, indeks USD, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,30 persen menjadi 97,3517 pada akhir perdagangan. Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD1,1145 dari USD1,1124 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi USD1,2938 dari USD1,2887 pada sesi sebelumnya.
 
Dolar Australia naik menjadi USD0,6886 dibandingkan dengan USD0,6876. Dolar AS dibeli 107,98 yen Jepang, lebih rendah dibandingkan dengan 108,94 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9869 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9904 franc Swiss, dan turun menjadi 1,3163 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,3174 dolar Kanada.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Produk Domestik Bruto (PDB) yang disesuaikan secara musiman naik 0,2 persen di kawasan euro (EA19) dan 0,3 persen di UE28 selama kuartal ketiga, dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, menurut perkiraan kilat awal yang dikeluarkan oleh Eurostat, kantor statistik dari Uni Eropa (UE).
 
"Dibandingkan dengan kuartal yang sama tahun sebelumnya, PDB naik 1,1 persen di kawasan euro dan 1,4 persen di EU28 pada kuartal ketiga," sebut Eurostat.
 
Di sisi lain, bursa saham Wall Street jatuh pada Kamis waktu setempat (Jumat WIB), karena investor mencerna sejumlah data suram dan pembaruan terkait penyelidikan pemakzulan terhadap Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Selain itu, perang dagang yang berlarut-larut antara AS dan Tiongkok turut membebani pasar saham.
 
Pada penutupan perdagangan, indeks Dow Jones Industrial Average turun sebanyak 140,46 poin atau 0,52 persen ke 27.046,23. Sedangkan S&P 500 turun 9,21 poin atau 0,30 persen menjadi 3.037,56. Indeks Komposit Nasdaq menghapus 11,62 poin atau 0,14 persen menjadi 8.292,36.
 
Sebanyak sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 merosot, dengan industri dan material masing-masing turun 1,14 persen dan 1,10 persen, memimpin para pecundang. Ada harapan agar sejumlah sektor tersebut bisa kembali bangkit dan nantinya memberikan imbal hasil lebih menarik bagi para investor.
 
Chicago Purchasing Managers Index (Chicago PMI), juga dikenal sebagai Chicago Business Barometer, turun 3,9 poin menjadi 43,2 pada Oktober. Kondisi itu menandai level terendah sejak Desember 2015 dan menunjukkan kelemahan lebih lanjut dalam aktivitas bisnis.
 
PMI Chicago dianggap sebagai salah satu indikator utama ekonomi AS. Nilai di atas 50,0 menunjukkan perluasan aktivitas manufaktur. Melihat situasi seperti itu, maka diharapkan ada langkah perbaikan agar nilai PMI Chicago bisa berada di atas 50.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif