Dolar AS Kehilangan Tenaga
Ilustrasi (FOTO: AFP)
New York: Dolar Amerika Serikat (USD) turun setelah laporan pekerjaan bulanan yang dirilis lebih lemah dari perkiraan. Pelemahan laporan pekerjaan menunjukkan Federal Reserve berpeluang mengetatkan kebijakan moneter dalam artian memperlambat kenaikan suku bunga acuan dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya.

Mengutip CNBC, Sabtu, 8 Desember 2018, gaji non-pertanian meningkat sebanyak 155 ribu atau jauh di bawah ekspektasi, sementara pertumbuhan upah juga meleset dari ekspektasi. Sedangkan indeks USD turun 0,15 persen setelah laporan itu. Sejak itu kembali jatuh lebih jauh, dan turun 0,24 persen pada 96,58.

USD mempertahankan penurunan yang besar semalam seiring berkembangnya spekulasi bahwa bank sentral AS mungkin siap untuk memberi sinyal jeda dalam kampanye kenaikan suku bunga tiga tahunnya, diimbangi oleh kekhawatiran bahwa pertumbuhan ekonomi global melambat. Kondisi itu berpeluang membuat the Fed menahan kebijakan suku bunga.

Ekspektasi the Fed siap untuk menghentikan suku bunganya diperkuat setelah Ketua the Fed Jerome Powell mengatakan pada pekan lalu bahwa suku bunga AS mendekati level netral di mana kondisi pasar ditafsirkan sebagai sinyal perlambatan kenaikan suku bunga acuan.

Harapan itu mendapat dorongan baru semalam setelah Wall Street Journal melaporkan pejabat the Fed sedang mempertimbangkan apakah akan menandakan sikap menunggu dan melihat setelah memberikan kemungkinan kenaikan suku bunga acuan pada pertemuan mereka di Desember.

"Dolar telah berada di bawah tekanan baru karena harapan pasar dari tingkat suku bunga AS telah meningkat. Dan satu-satunya alasan USD tidak jatuh lebih lemah dari level saat ini adalah karena kekhawatiran pertumbuhan global juga telah tumbuh," kata Ahli Strategi FX Commerzbank Ulrich Leuchtmann, di Frankfurt.

 



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id