Tarif Impor Masih Jadi Perhatian Produsen AS
Ilustrasi (FOTO: AFP)
Washington: Federal Reserve mengungkapkan Amerika Serikat (AS) melihat kecepatan moderat pada pertumbuhan ekonomi dari pertengahan Oktober hingga akhir November. Sementara tarif impor yang diberlakukan tetap menjadi perhatian bagi produsen AS. Hal itu karena tingkat tarif memengaruhi aktivitas perekonomian.

"Optimisme telah berkurang di beberapa kabupaten ketika menyebut meningkatnya ketidakpastian dari dampak tarif, kenaikan suku bunga, dan hambatan pasar tenaga kerja," tulis the Fed dalam laporannya di The Beige Book, seperti dikutip dari Xinhua, Sabtu, 8 Desember 2018.

Secara khusus, laporan the Fed mencatat bahwa tarif impor yang diberlakukan Pemerintahan Trump berdampak pada beberapa industri. Dalam hal ini, the Fed pada posisi untuk terus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sekaligus mencegah timbulnya risiko agar tidak mengganggu aktivitas perekonomian.

"Laporan kenaikan biaya tarif yang ditimbulkan telah menyebar lebih luas dari produsen dan kontraktor ke pengecer dan restoran," kata the Fed, seraya menambahkan bahwa pertanian di beberapa kabupaten juga mencatat dampak buruk dari tarif.

Berbicara tentang status pekerjaan dan tingkat harga, dua faktor kunci untuk memutuskan kebijakan moneter, the Fed menulis bahwa pasar tenaga kerja AS mengalami pengetatan di berbagai pekerjaan di Amerika Serikat, sementara harga naik pada kecepatan yang sederhana.

Secara teoritis, pasar tenaga kerja yang ketat dan tingkat harga yang meningkat dapat mendesak pejabat the Fed untuk tetap berada di jalur menaikkan suku bunga acuan jangka pendek setelah delapan kenaikan suku bunga sejak 2015, untuk mencegah panas berlebih dalam perekonomian AS.

Namun, pernyataan terbaru yang dibuat oleh pembuat kebijakan the Fed mengirim lebih banyak sinyal dovish tentang kenaikan suku bunga di masa mendatang. Pada 28 November, Ketua Fed Jerome Powell mengatakan posisi suku bunga tetap di bawah tingkat perkiraan netral, yang dalam artian tidak mempercepat atau memperlambat pertumbuhan ekonomi.

 



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id