Ilustrasi - - Foto: AFP/DEUTCHE BUNDESBANK
Ilustrasi - - Foto: AFP/DEUTCHE BUNDESBANK

Harga Emas Dunia Semakin Merekah

Ekonomi harga emas
Antara • 15 Februari 2020 08:00
Chicago: Harga emas dunia terus naik ke level tertinggi lebih dari satu pekan pada akhir perdagangan Jumat atau (Sabtu pagi WIB). Kenaikan terjadi lantaran investor memburu aset safe-haven logam demi berlindung dari dampak ekonomi wabah virus korona.
 
Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di Bursa Comex naik USD7,6 atau 0,5 persen, menjadi ditutup pada USD1.586,40 per ons. Emas berjangka menetap lebih tinggi untuk hari ketiga berturut-turut di tengah permintaan safe-haven.
 
Sementara itu, harga emas di pasar spot naik 0,5 persen menjadi USD1.583,18 per ons pada pukul 01.43 sore waktu setempat (18.43 GMT), setelah menyentuh USD1.583,76, harga tertinggi sejak 3 Februari. Untuk pekan ini, emas naik sekitar 0,8 persen.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Skenario virus korona masih belum jelas dan berita utama tentang situasi ini membuat pasar saham bergejolak, memaksa investor untuk berlindung pada safe-haven emas," kata Direktur pelaksana RBC Wealth Management George Gero dikutip Antara, Sabtu, 15 Februari 2020.
 
George memperkirakan emas tetap akan diperdagangkan dalam kisaran USD1.550-USD1.600 per ons sekalipun dunia tak dihantui wabah virus korona. "Karena ketidakpastian lain seperti suku bunga yang lebih rendah di seluruh bank-bank sentral utama, ketegangan Timur Tengah dan risiko politik lainnya masih ada," ungkapnya.
 
Di antara logam mulia lainnya, paladium turun 0,3 persen menjadi USD2.417,20 per ons. Paladimun tercatat naik lebih dari empat persen.
 
Perak naik 0,7 persen menjadi USD17,75, sedangkan platinum turun 0,3 persen menjadi USD964,53.
 
Di pasar berjangka, perak untuk pengiriman Maret naik 11,5 sen atau 0,65 persen, menjadi ditutup pada USD17,734 per ons. Platinum untuk penyerahan April turun USD5,9 atau 0,61 persen, menjadi menetap pada USD968,8 per ons.
 
Sementara itu, Analis USB memaparkan pasar saham global bergejolak karena investor keluar masuk ke aset berisiko karena didorong pemberitaan virus korona.
 
Namun Wall Street dibuka sedikit lebih tinggi meski kenaikannya terus dibatasi oleh kekhawatiran terhadap pukulan wabah COVID-19 ke ekonomi global.
 
Lebih lanjut, imbal hasil obligasi pemerintah AS menurun setelah data penjualan ritel melemah di tengah kekhawatiran virus. Pengeluaran konsumen AS dinilai melanjutkan perlambatan pada Januari. Hal ini menimbulkan kekhawatiran tentang kemampuan ekonomi negara Paman Sam untuk terus berkembang pada kecepatan moderat.
 
“Kami masih menargetkan penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS, selain kelemahan dolar dari sudut perdagangan. Kami percaya ini memberi emas hadiah risiko yang baik bahkan jika kami tidak melihat adanya ketidakpastian lebih lanjut dalam ketidakpastian pasar ekuitas,” kata analis UBS dalam sebuah catatan.
 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif