Proteksionisme Tidak Hentikan Tiongkok Menuju Modernisasi
Ilustrasi (AFP PHOTO/GREG BAKER)
Beijing: Media Pemerintah Tiongkok mengungkapkan proteksionisme yang dilakukan Amerika Serikat (AS) tidak boleh mengalihkan perhatian Tiongkok dari jalurnya menuju modernisasi. Bahkan, Beijing terus melanjutkan perang dagang dengan Washington karena tidak ingin AS bertindak semena-mena.

Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengancam untuk mengenakan impor USD200 miliar ke Tiongkok dengan tarif 10 persen jika Tiongkok melakukan pembalasan. Tentu kondisi ini memicu memanasnya hubungan dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok yang diharapkan tidak berujung pada perang dagang.

Mengutip CNBC, Sabtu, 23 Juni 2018, Kementerian perdagangan Tiongkok menuduh Amerika Serikat telah berubah-ubah atas masalah perdagangan bilateral dan memperingatkan kepentingan para pekerja AS dan petani yang pada akhirnya akan dirugikan oleh kecenderungan Washington untuk mengacungkan 'tongkat besar'.



Harian China Daily dalam sebuah editorial mengatakan bahwa Amerika Serikat telah gagal memahami bisnis Tiongkok yang telah mendukung jutaan pekerjaan di Amerika.

Surat kabar berbahasa Inggris, mengutip penelitian oleh Rhodium Group, mengatakan investasi Tiongkok di Amerika Serikat menurun sebanyak 92 persen menjadi USD1,8 miliar dalam lima bulan pertama tahun ini, tingkat terendah dalam tujuh tahun.

"Kesengsaraan yang ditimbulkan pemerintah pada perusahaan-perusahaan Tiongkok tidak hanya untuk perusahaan AS dan ekonomi AS," katanya dalam editorial bertajuk 'Gejala Proteksionisme Delusi Paranoid'.

Ketua Foxconn Terry Gou mengatakan perang dagang AS-Tiongkok adalah tantangan terbesar bagi perusahaan Taiwan. "Apa yang mereka perjuangkan sebenarnya bukan perang dagang, ini adalah perang teknologi. Perang teknologi juga merupakan perang manufaktur," pungkas Gou.

 



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id