Ilustrasi. MI/IMMANUEL ANTONIUS
Ilustrasi. MI/IMMANUEL ANTONIUS

Dolar AS Kembali Bersinar

Ekonomi dolar as
Antara • 07 Desember 2019 11:01
New York: Kurs dolar Amerika Serikat (USD) menguat pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), setelah lima hari berturut-turut melemah. Kondisi itu terjadi lantaran terangkat oleh data yang menunjukkan ekonomi Amerika Serikat (AS) menciptakan lebih banyak pekerjaan dari yang diperkirakan pada November.
 
Bahkan, membaiknya kinerja ekonomi AS mendukung sikap Federal Reserve (the Fed) mempertahankan suku bunga acuan setelah memotongnya tiga kali tahun ini. Peningkatan dalam dolar cukup moderat meskipun angka pekerjaan relatif kuat.
 
Mengutip Antara, Sabtu, 7 Desember 2019, greenback telah terpukul sepanjang pekan karena banyaknya data yang lebih lemah dari yang diperkirakan di sektor manufaktur dan jasa-jasa Amerika Serikat, dengan investor datang untuk memahami kenyataan bahwa ekonomi melambat.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Laporan pekerjaan memberikan kelonggaran dari semua pesimisme dan ketidakpastian yang berkelanjutan atas status negosiasi perdagangan Amerika Serikat dan Tiongkok. Data menunjukkan data penggajian (payrolls) non-pertanian meningkat 266 ribu pekerjaan bulan lalu, dengan manufaktur menutup semua 43 ribu posisi yang hilang pada Oktober.
 
Para ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan data penggajian naik 180 ribu pekerjaan. Sedangkan dolar masih membukukan kerugian persentase mingguan terburuk dalam lebih dari sebulan meskipun menguat pada Jumat waktu setempat (Sabtu WIB).
 
"Tidak ada pertanyaan, laporan pekerjaan hari ini kuat, tetapi apakah cukup kuat bagi orang untuk mengubah pandangan mereka tentang ekonomi?," kata Kepala Strategi Pasar Bannockburn Global Forex Marc Chandler di New York.
 
"Saya masih berpikir ekonomi AS melemah dan saya pikir angka hari ini tidak akan mengubah ekspektasi masyarakat terhadap PDB (produk domestik bruto) kuartal keempat," tambahnya.
 
Perkiraan Nowcast Staf New York Fed untuk PDB pada kuartal keempat berada pada 0,6 persen dan 0,7 persen pada kuartal pertama tahun depan, menurut situs web NY Fed. Rilis data AS yang buruk sebelumnya mengurangi estimasi PDB sebesar 0,2 poin untuk kuartal keempat dan menurunkan ekspektasi untuk kuartal pertama tahun depan sebesar 0,3 poin.
 
Dalam perdagangan sore, indeks dolar naik 0,3 persen menjadi 97,707. Untuk minggu ini, dolar masih turun 0,6 persen, kerugian mingguan terbesar sejak awal November. Dolar naik 0,1 persen terhadap yen pada 108,59 yen, membukukan kinerja mingguan terburuk dalam hampir dua bulan. Sementara euro melemah 0,4 persen menjadi 1,1058 dolar.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif