Ilustrasi. Foto  : AFP.
Ilustrasi. Foto : AFP.

Kuartal III-2019, Laba Sebelum Pajak HSBC Anjlok 18%

Ekonomi ekonomi global
Nia Deviyana • 28 Oktober 2019 17:06
Jakarta: Bank HSBC Eropa melaporkan laba sebelum pajak pada kuartal III-2019 turun dari tahun lalu.
 
Melansir CNBC International, Senin, 28 Oktober 2019, laba sebelum pajak yang dilaporkan anjlok 18 persen secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi USD4,8 miliar. Hal ini karen pendapatan HSBC pada kuartal ini sebesar USD13,36 miliar atau turun tiga persen jika dibandingkan capaian setahun pada periode yang sama.
 
Chief Executive Officer sementara HSBC Noel Quinn mengatakan program HSBC tidak cukup tangguh untuk meningkatkan kinerja bisnis di kawasan Eropa.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Karena itu kami mempercepat rencana untuk merombaknya, dan memindahkan modal untuk bisnis yang potensi pertumbuhan yang lebih tinggi guna mengembalikan peluang," kata Quinn.
 
Quinn pun mengatakan kinerja untuk wilayah Asia terbilang positif di tengah lingkungan yang menantang di kuartal ketiga. Di Hong Kong, misalnya, perolehan laba sebelum pajak naik empat persen.
 
Quinn bilang meski HSBC berkantor pusat di London, bank tersebut mendapatkan sebagian besar keuntungannya dari Asia, khususnya Hong Kong.
 
"Pada paruh pertama tahun ini, kota ini menyumbang 51,7 persen dari laba sebelum pajak bank," imbuhnya.
 
Sayangnya, Hong Kong sempat lumpuh akibat demonstrasi yang meluas dan semakin keras sejak Juni, yang memengaruhi banyak bisnis kecil dan menengah kota tersebut.
 
HSBC pada Agustus mengumumkan langkah-langkah seperti pemotongan suku bunga dan pengurangan biaya untuk membantu UKM di kawasan tersebut di tengah ketidakpastian ekonomi.
 
Sebelumnya, HSBC juga berencana melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) sebagai langkah efisiensi setelah sebelumnya memberhentikan kepala eksekutifnya. Adapun jumlah karyawan yang bakal diberhentikan kemungkinan mencapai 10 ribu staf.
 
PHK tersebut bakal memangkas sebagian besar karyawan bergaji tinggi, serta memengaruhi berkurangnya pekerja HSBC secara global sebesar empat persen, demikian seperti dilaporkan Financial Times.
 
Melansir dari Guardian, kondisi yang dialami HSBC muncul setelah bank yang berbasis di Inggris itu bergulat dengan penurunan suku bunga, Brexit, dan perang tarif global. Namun, hingga saat ini HSBC menolak berkomentar.

 

(SAW)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif