Dolar AS Jegal Emas Berjangka
Ilustrasi (FOTO: AFP)
Chicago: Emas berjangka di divisi Comex New York Mercantile Exchange berakhir lebih rendah pada Kamis waktu setempat (Jumat WIB). Adapun dolar Amerika Serikat (USD) yang mulai kembali menghijau memberikan kekuatan untuk menjegal gerak emas berjangka.

Mengutip Xinhua, Jumat, 9 November 2018, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember turun sebanyak USD3,60 atau 0,29 persen menjadi ditutup pada USD1.225,10 per ons.

Sedangkan indeks USD, indeks greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, naik sebanyak 0,28 persen menjadi 96,43 pada 1816 GMT. Ketika USD menguat, emas yang dihargai dalam USD biasanya turun karena menjadi lebih mahal bagi investor yang memegang mata uang lainnya.

Di sisi lain, Federal Reserve memutuskan untuk mempertahankan tingkat suku bunga acuan, sejalan dengan ekspektasi pasar. Meski demikian, bank sentral Amerika Serikat (AS) ini tetap berada di jalur untuk menaikkan suku bunga acuan satu kali lagi di Desember.

"The Fed memutuskan untuk mempertahankan kisaran target untuk tingkat suku bunga pada 2-2,25 persen," ungkap the Fed, dalam sebuah pernyataan setelah mengakhiri pertemuan kebijakan dua hari.

Federal Reserve menilai pasar tenaga kerja AS terus menguat dan kegiatan ekonomi telah meningkat pada tingkat yang kuat sejak pertemuan kebijakan terakhir pada September, ketika menaikkan suku bunga acuan untuk ketiga kalinya pada tahun ini.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 14,6 sen atau satu persen, menjadi ditutup pada USD14,423 per ons. Sedangkan platinum untuk pengiriman Januari 2019 turun sebanyak USD8,5 atau 0,97 persen menjadi menetap di USD870,30 per ons.



(ABD)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id