Emas Berjangka Masih Dilirik Investor
Ilustrasi (SEBASTIAN DERUNGSSEBASTIAN DERUNGS/AFP)
Chicago: Emas berjangka di divisi Comex New York Mercantile Exchange memperpanjang kenaikannya pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB). Penguatan harga emas dunia tersebut terjadi di tengah aksi jual besar-besaran di pasar saham Amerika Serikat.

Mengutip Antara, Rabu, 5 Desember 2018, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari 2019 naik USD7,00 atau 0,56 persen menjadi menetap di USD1.246,60 per ons. Logam mulia yang dipandang sebagai aset safe haven, terangkat oleh penurunan tajam di pasar ekuitas.

Saham-saham AS jatuh pada perdagangan Selasa 4 Desember dengan semua tiga indeks utama menghapus keuntungan lebih dari tiga persen, di tengah kekhawatiran atas kurva imbal hasil terbalik yang menandakan kemungkinan perlambatan ekonomi.

Indeks Dow jatuh 3,10 persen menjadi 25.027,07 poin, indeks S&P 500 merosot 3,24 persen menjadi 2,700,06 poin, dan Nasdaq turun 3,80 persen menjadi 7.158,43 poin. Ketika ekuitas mengalami kerugian, logam mulia biasanya naik, karena investor mencari tempat yang aman atau aset-aset safe haven.

Sementara itu, indeks USD, ukuran greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama lainnya, tetap hampir tidak berubah di 96,96 pada pukul 18.14 GMT. Dolar AS yang kuat, sampai taraf tertentu, menahan kenaikan lebih lanjut dari emas berjangka.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret 2019 naik 14,1 sen AS atau 0,97 persen, menjadi ditutup pada USD14,64 per ons. Sedangkan platinum untuk pengiriman Januari 2019 turun USD6,5 atau 0,8 persen, menjadi menetap di USD804,20 per ons.



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id