Hubungan Perdagangan AS Dinilai Capai Titik Terendah
Presiden Amerika Serikat Donald Trump (AFP PHOTO/SAUL LOEB)
New York: Hubungan perdagangan Amerika Serikat (AS) sepertinya mencapai titik terendah sebelum munculnya potensi tarif baru di Tiongkok. Kondisi itu juga terjadi di tengah berlanjutnya kekhawatiran bahwa Presiden AS Donald Trump akan mencabik Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA) dengan Kanada dan Meksiko.

Mengutip CNBC, Kamis, 14 Juni 2018, pertemuan Trump dengan para pemimpin mitra dagang utama pada KTT G7 akhir pekan lalu mengambil langkah lebih sulit ketika ia dan jajarannya mengecam Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau. Trudeau menegaskan bahwa Kanada tidak akan didorong oleh kebijakan AS dan akan mengenakan tarif pembalasan.

Namun, pernyataan tersebut memunculkan kritik dari Trump dan pejabat di AS dengan mengatakan Trudeau telah menikam Trump dari belakang. Rendahnya hubungan baru antara AS-Kanada memberi kekhawatiran mengenai pembicaraan NAFTA. Bahkan, pembicaraan tersebut bisa berlarut-larut dan menyebabkan Trump menarik diri dari perjanjian perdagangan.

Namun, Penasihat Perdagangan Trump, Peter Navarro, mulai mengurangi retorikanya ketika dia meminta maaf karena menghina Trudeau dengan mengatakan ada tempat khusus di neraka baginya. Navarro juga mengatakan daftar tarif yang diusulkan untuk barang-barang Tiongkok yang diharapkan akan diumumkan pada Jumat akan lebih sedikit dari daftar aslinya.



"Daftar aslinya adalah USD12,5 miliar tarif pada USD50 miliar barang (0,06 persen dari PDB AS) dan membuat daftar lebih kecil dan positif pada margin. Putaran awal tarif cukup dapat dikelola secara ekonomi meskipun kami pindah ke tahap yang lebih tidak nyaman jika tarif diberlakukan," tulis Kepala Penelitian Kebijakan Strategas Dan Clifton.

Sedangkan Tiongkok telah mengancam pengenaan tarif usai Trump berencana memberlakukan tarif impor kepada Tiongkok. Padahal, kemajuan telah terlihat ketika Gedung Putih mencapai kesepakatan dengan Beijing saat berencana memudahkan ZTE untuk melanjutkan bisnisnya meski melanggar penjualan ke Iran dan Korea Utara.

"Itu tonggak dari apa yang Trump janjikan kepada Presiden Xi Jinping. Saya pikir untuk orang Tiongkok, mereka hanya melihat orang-orang ini dan mengatakan mereka tidak selaras. Mereka tidak memiliki pesan langsung dan itu mungkin sesuatu yang melemahkan AS di mata orang Tiongkok," kata Direktur Senior Albright Stonebridge Group Juan Carlos Hartasanchez.

 



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id