NEWSTICKER
Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Ditinggalkan Investor, Emas Dunia Terkoreksi

Ekonomi harga emas ekonomi dunia
Antara • 26 Februari 2020 07:31
Chicago: Harga emas dunia turun lebih dari satu persen pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB). Kondisi itu terjadi karena reli logam ke tingkat tertinggi tujuh tahun di sesi terakhir mendorong aksi ambil untung bahkan ketika kekhawatiran tentang virus korona membuat investor cemas tentang nasib ekonomi global.
 
Mengutip Antara, Rabu, 26 Februari 2020, emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange melepaskan hampir semua keuntungan dari sesi sebelumnya dalam koreksi penurunan tajam.
 
Kontrak harga emas paling aktif untuk pengiriman April turun USD26,60 atau 1,59 persen, menjadi menetap di USD1.650,00 per ons. Sedangkan emas berjangka pada Senin, 25 Februari melonjak USD27,8 atau 1,69 persen menjadi USD1.676,6 per ons.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di pasar spot, emas tergelincir sekitar satu persen menjadi diperdagangkan di USD1.644,40 per ons pada pukul 13.56 waktu setempat (185.6 GMT). Sehari sebelumnya logam ini melonjak sebanyak 2,8 persen menjadi USD1.688,66, tertinggi sejak Januari 2013.
 
"Langkah hari ini hanyalah jeda di tengah kenaikan," kata Direktur Perdagangan Logam High Ridge Futures David Meger seraya menambahkan investor membukukan keuntungan setelah kenaikan dramatis pada Senin.
 
“Pilar-pilar dukungan untuk emas tetap tingkat suku bunga rendah oleh bank-bank sentral utama. Dana-dana telah mendiversifikasi keuntungan dari portofolio ekuitas ke pasar emas," tuturnya.
 
Tiongkok Daratan memiliki 508 kasus baru yang dikonfirmasi, naik dari 409 pada 23 Februari, menjadikan total kasus yang dikonfirmasi menjadi 77.658. Penyebaran virus yang cepat di luar Tiongkok telah meningkatkan kekhawatiran atas dampaknya terhadap ekonomi global, mendorong beberapa taruhan bahwa Fed AS akan ditekan untuk memangkas suku bunga.
 
"Pasar sudah pasti dalam proses penetapan harga dalam pemotongan suku bunga tambahan di AS, di mana spekulasi tentang pemotongan Maret telah mulai menarik perhatian," kata Analis Saxo Bank, Ole Hansen.
 
Negara-negara di seluruh dunia meningkatkan upaya untuk menghentikan pandemi virus yang muncul di Tiongkok dan menyebar di Eropa dan Timur Tengah.
 
"Dengan virus menyebar ke wilayah lain, dan jika Tiongkok mengalami kekambuhan dan hambatan pada pertumbuhan berlanjut hingga April, emas bisa bergerak ke USD1.650–1.700 per ons," tulis analis UBS dalam sebuah catatan.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif