Seorang penumpang Tiongkok yang baru tiba dari Wuhan ke Bejing diperiksa suhu tubuhnya oleh petugas di stasiun kereta api Beijing. FOTO: Getty Images/Kevin Frayer
Seorang penumpang Tiongkok yang baru tiba dari Wuhan ke Bejing diperiksa suhu tubuhnya oleh petugas di stasiun kereta api Beijing. FOTO: Getty Images/Kevin Frayer

Virus Korona Diprediksi Hantam Ekonomi Tiongkok

Ekonomi virus korona ekonomi china tiongkok
Angga Bratadharma • 28 Januari 2020 10:19
Beijing: Data awal menunjukkan virus korona mulai memengaruhi pergerakan ekonomi Tiongkok. Artinya, perlu ada antisipasi sedini mungkin agar tidak memberikan efek negatif lebih dalam. Dalam sebuah konferensi pers khusus, para pejabat Tiongkok memberikan isyarat bahwa penyakit ini akan tetap menjadi masalah dalam waktu dekat.
 
Mengutip CNBC, Selasa, 28 Januari 2020, dampak langsung terlihat dalam penurunan arus penumpang. Dalam upaya untuk mencegah penyebaran virus, pemerintah telah mendorong orang-orang untuk tinggal di rumah, membatalkan acara publik utama dan membatasi perjalanan agar penyebaran virus bisa ditekan sedemikian rupa.
 
Pada konteks ini, sektor perjalanan terlihat mulai jatuh. "Secara keseluruhan sektor perjalanan pada Sabtu waktu setempat, hari pertama Tahun Baru Imlek, turun 28,8 persen dibandingkan dengan tahun lalu," kata Wakil Menteri Transportasi Liu Xiaoming.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Secara khusus, ia mencatat, penurunan terlihat sebanyak 41,6 persen dalam perjalanan udara sipil. Kemudian, melemah sebanyak 41,5 persen dalam perjalanan kereta api, dan turun sebanyak 25 persen untuk transportasi jalan. Kondisi ini tentu bisa menjadi indikasi adanya pelemahan di aktivitas perekonomian.
 
Sementara itu, pada Minggu waktu setempat, China Railway Chengdu mengumumkan akan menghentikan beberapa rute kereta api berkecepatan tinggi termasuk beberapa rute ke Shanghai untuk beberapa hari ke depan, hingga awal Februari. Langkah itu dengan harapan bisa menekan penyebaran virus korona.
 
Di sisi lain, pihak berwenang Tiongkok telah menekankan perlunya penduduk setempat untuk mengenakan masker, bahkan telah mengenakan denda di beberapa tempat bagi mereka yang berada di ruang publik yang tidak mengenakannya. Namun tidak ditampik, barang-barang seperti alat tes virus dan pakaian pelindung, termasuk bahan kimia mengalami kekurangan pasokan.
 
"Kami menghadapi kekurangan pasokan karena permintaan," ungkap Wakil Menteri Industri dan Teknologi Informasi Wang Jiangping.
 
Wang mencatat kurangnya pakaian pelindung dan masker wajah, terutama di Wuhan. Sebagai contoh, Wang mengatakan, sekitar 100 ribu jas pelindung diperlukan sehari, tetapi kapasitas produksi harian paling hanya ada puluhan ribu.
 
Dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan pasokan medis ini, Wang mengatakan, sebanyak 40 persen dari kapasitas produksi keseluruhan sekarang kembali online, meskipun libur Tahun Baru Imlek. Pihak berwenang juga mengatakan bahwa untuk meningkatkan kondisi medis, mereka menarik persediaan dari daerah sekitarnya.
 
Kementerian Keuangan Tiongkok dalam sebuah pernyataan di situsnya mengatakan bahwa menteri keuangan telah mengeluarkan anggaran 11,2 miliar yuan (USD1,6 miliar) dalam subsidi untuk perawatan medis, pembelian peralatan, dan upaya lain untuk mengendalikan wabah virus korona.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif