Ilustrasi. FOTO: Spencer Platt/AFP
Ilustrasi. FOTO: Spencer Platt/AFP

Wall Street Rontok di Tengah Ketidakpastian Perdagangan

Ekonomi wall street
Angga Bratadharma • 04 Desember 2019 07:08
New York: Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup lebih rendah pada Selasa waktu setempat (Rabu WIB), karena investor memantau perkembangan terbaru masalah perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan mitra dagang utamanya. Adapun AS kembali berulah dengan menyerukan perang dagang terhadap sejumlah mitra dagang utamanya.
 
Mengutip Xinhua, Rabu, 4 Desember 2019, indeks Dow Jones Industrial Average turun sebanyak 280,23 poin atau 1,01 persen menjadi 27.502,81. Sementara S&P 500 turun sebanyak 20,67 poin atau 0,66 persen menjadi 3.093,20. Indeks Komposit Nasdaq turun 47,34 poin atau 0,55 persen menjadi 8.520,64.
 
Sebagian besar dari 30 komponen Dow diperdagangkan di wilayah merah, dengan Intel dan Dow masing-masing turun 2,76 persen dan 2,52 persen, memimpin penghambat. Sembilan dari 11 sektor S&P 500 utama diperdagangkan dengan catatan suram, dengan sektor energi kehilangan 1,55 persen, menjadi pecundang terbesar.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Presiden AS Donald Trump kembali melepaskan tembakan untuk menggelorakan perang dagang. Namun kali ini bukan dengan Tiongkok, negara yang juga masih terlibat perang dagang dengan AS dalam dua tahun terakhir. Pada Senin, 2 Desember Trump memulai perang dagang dengan dua kawasan sekaligus, yakni Amerika Latin dan Eropa.
 
Trump mengumumkan pemberlakuan kembali tarif pada baja dan aluminium Brasil serta Argentina. Trump menuduh kedua negara tersebut telah mendevaluasi mata uangnya secara besar-besaran sehingga merugikan daya saing petani Amerika Serikat. Trump juga mengancam segera mengenakan tarif hingga 100 persen atas barang-barang Prancis senilai USD2,4 miliar.
 
Alasannya karena negara itu telah memberlakukan tarif yang tinggi pada perusahaan teknologi AS, seperti Google, Apple, Facebook, dan Amazon. Dolar juga tertekan setelah sektor manufaktur AS terus menurun pada bulan lalu di tengah data persediaan dan pesanan baru yang lemah, sebut laporan yang dirilis oleh lembaga riset Institute for Supply Management.
 
Menurut laporan tersebut, indeks pembelian manajer (PMI) sektor manufaktur Amerika Serikat turun menjadi 48,1 persen pada November dari angka Oktober di 48,3 persen. Ekonom yang disurvei oleh MarketWatch memperkirakan indeks PMI manufaktur AS akan mencatat angka 49,2 persen. Angka di bawah 50 persen mewakili kontraksi.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif