Ilustrasi. AFP PHOTO/BEN STANSALL
Ilustrasi. AFP PHOTO/BEN STANSALL

Bursa Saham Inggris Merosot

Ekonomi bursa saham ekonomi inggris
Antara • 03 Desember 2019 09:46
London: Bursa saham Inggris berakhir melemah pada perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB), dengan indeks acuan FTSE-100 di Bursa Efek London turun 0,82 persen atau 60,59 poin, menjadi 7.285,94 poin.
 
Mengutip Antara, Selasa, 3 Desember 2019, Ocado Group, perusahaan perdagangan bahan makanan daring menderita kerugian paling besar di antara saham-saham unggulan dengan harga sahamnya anjlok sebesar 7,40 persen.
 
Diikuti oleh saham perusahaan fesyen mewah Inggris Burberry Group yang jatuh sebesar 4,71 persen, serta perusahaan investasi dan pengembangan properti Segro turun 3,47 persen.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, Flutter Entertainment, perusahaan taruhan olahraga dan permainan, meningkat 1,41 persen, menjadi peraih keuntungan terbesar dari saham-saham unggulan. Diikuti saham perusahaan asal Inggris yang bergerak di sektor barang konsumsi Imperial Brands, serta perusahaan Auto Trader Group, yang masing-masing naik 1,16 persen dan 1,14 persen.
 
Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat ditutup lebih rendah pada Senin waktu setempat (Selasa WIB), di hari perdagangan pertama Desember. Pelemahan terjadi karena investor mencerna data ekonomi terbaru, termasuk perkembangan baru negosiasi dagang antara AS dan Tiongkok.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average turun sebanyak 268,37 poin atau 0,96 persen menjadi 27.783,04. Sedangkan S&P 500 turun sebanyak 27,11 poin atau 0,86 persen menjadi 3.113,87. Indeks Komposit Nasdaq turun 97,48 poin atau 1,12 persen menjadi 8.567,99.
 
Sebagian besar dari 30 komponen Dow Jones diperdagangkan di wilayah merah, dengan Boeing dan American Express masing-masing turun tiga persen dan 2,38 persen, memimpin penghambat. Sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 diperdagangkan dengan catatan suram. Sektor real estat kehilangan 1,75 persen, menjadi pecundang terbesar.
 
Sementara itu, aktivitas manufaktur Amerika Serikat terus menurun pada November di tengah persediaan dan data pesanan baru yang lemah, menurut laporan terbaru lembaga riset Institute for Supply Management (ISM). Indeks manufaktur AS merosot ke 48,1 persen pada November, atau 0,2 poin persentase lebih rendah dari pembacaan Oktober.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif