Emas Dunia Berakhir Melemah Tertekan Penguatan USD
Ilustrasi (Spencer Platt/AFP)
Chicago: Kontrak emas berjangka di divisi Comex New York Mercantile Exchange sedikit melemah pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB), tertekan oleh dolar Amerika Serikat (USD) yang lebih kuat. Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April turun USD1,50 atau 0,11 persen, menjadi menetap di USD1.325,60 per ounce.

Mengutip Antara, Kamis, 15 Maret 2018, indeks dolar AS, sebuah ukuran greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, membalikkan tren penurunan di sesi sebelumnya dan naik 0,03 persen menjadi 89,71 pada pukul 17.43 GMT.

Emas dan dolar AS biasanya bergerak berlawanan arah. Jika dolar AS menguat maka emas berjangka akan turun, karena logam mulia yang diukur dalam dolar AS menjadi kurang menarik bagi investor yang menggunakan mata uang lainnya.

Namun, penurunan emas dibatasi oleh anjloknya saham-saham AS, dengan Dow Jones Industrial Average turun 248,91 poin atau 1,00 persen, ditutup pada 24.758,12 pada Rabu 14 Maret. Ketika ekuitas mengalami kerugian, logam mulia biasanya mendapat dukungan, karena investor mencari aset-aset safe haven seperti emas.

Sedangkan untuk logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei turun sembilan sen atau 0,54 persen, menjadi menetap di USD16,537 per ounce. Platinum untuk penyerahan April turun USD5,80 atau 0,60 persen, menjadi ditutup pada USD961,50 per ounce.

 



(ABD)