Ilustrasi (Foto: World Bank)
Ilustrasi (Foto: World Bank)

Pengaruh AS Pilih Presiden Bank Dunia Munculkan Kekhawatiran

Ekonomi bank dunia ekonomi amerika ekonomi dunia
12 Januari 2019 16:01
New York: Kepergian mendadak Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim dapat menghidupkan kembali kekhawatiran lama tentang tingkat pengaruh Amerika Serikat (AS) dalam memilih pemimpin baru untuk lembaga keuangan internasional tersebut. Adapun Jim Yong Kim memutuskan untuk mengundurkan diri dan bergabung dengan perusahaan swasta.
 
Mengutip CNBC, Sabtu, 12 Januari 2019, ekonomi terbesar di dunia itu selalu memilih pemimpin Bank Dunia dan jika Presiden AS Donald Trump menunjuk orang yang memiliki pandangan yang sama, para ahli mengatakan, reputasi organisasi dan program perubahan iklim itu bisa dipertaruhkan.
 
Lebih dari tiga tahun sebelum masa jabatannya berakhir pada 2022, Kim, yang ditunjuk oleh mantan Presiden AS Barack Obama, mengumumkan pengunduran dirinya minggu ini, seraya mengatakan ia akan bergabung dengan perusahaan swasta yang bergerak di investasi infrastruktur.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Langkah itu atas kemauannya sendiri dan bukan karena ia didorong oleh Pemerintahan Trump. Tetapi sebagian lain berspekulasi bahwa Kim memiliki perbedaan mendasar dengan administrasi Trump atas kebijakan lingkungan. Batu bara, misalnya, adalah satu bidang utama di mana keduanya bersebrangan.
 
Pemerintah Trump ingin mempromosikan batu bara Amerika, tetapi di bawah pengawasan Kim, Bank Dunia mengakhiri dukungan untuk tenaga batu bara. Kondisi ini tentu tidak berjalan beriringan dan bisa menyebabkan adanya gesekan di masa mendatang.
 
"Jika seorang Presiden Bank Dunia baru yang ditunjuk oleh Donald Trump mencoba untuk memperkenalkan agenda konservatif yang kuat ke dalam kerja Bank Dunia, institusi tersebut akan segera kehilangan kredibilitas," kata mantan Dekan Institut Bank Pembangunan Asia Peter McCawley.
 
"Sulit membayangkan bahwa Kim tidak mendengar pesan dari Pemerintahan Trump," tambah Peter McCawley, dalam catatan yang diterbitkan oleh The Lowy Institute, sebuah lembaga think tank Australia, seraya menambahkan bahwa Presiden Bank Dunia selalu menjaga hubungan dekat dengan tokoh senior di Departemen Keuangan AS.
 

(ABD)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif