Pelemahan Saham Teknologi Seret Pasar Saham AS
Ilustrasi (FOTO: AFP)
New York: Saham-saham di Wall Street turun tajam pada penutupan perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB), dengan indeks Dow Jones kehilangan lebih dari 500 poin. Hal itu terjadi di tengah laba perusahaan-perusahaan ritel yang mengecewakan dan kemerosotan sektor teknologi.

Mengutip Antara, Rabu, 21 November 2018, indeks Dow Jones Industrial Average jatuh 551,80 poin atau 2,21 persen menjadi berakhir di 24.465,64 poin. Indeks S&P 500 berkurang 48,84 poin atau 1,82 persen, menjadi ditutup di 2.641,89 poin. Indeks Komposit Nasdaq turun 119,65 poin atau 1,70 persen, menjadi berakhir di 6.908,82 poin.

Tiga faktor utama berkontribusi terhadap aksi jual pada perdagangan Selasa 20 November, yaitu berita mengecewakan tentang beberapa nama ritel besar, aksi jual di sektor teknologi yang berkelanjutan, dan adanya penurunan harga minyak dunia.

Perusahaan ritel Target anjlok 10,52 persen setelah melaporkan laba yang lebih lemah dari perkiraan untuk kuartal ketiga. Laba per saham disesuaikan perusahaan hanya mencapai USD1,09, lebih rendah dari yang diperkirakan USD1,12. Sementara pendapatannya mencapai USD17,82 miliar atau sedikit lebih tinggi dari ekspektasi para analis.

Pertumbuhan penjualan toko yang sama perusahaan, yang merupakan metrik utama bagi pengecer, berdiri di 5,1 persen, lebih ringan dari perkiraan. Perusahaan ritel Kohl`s dan Macy`s, juga pengecer besar, jatuh masing-masing 9,23 persen dan 3,42 persen.

Di sektor teknologi, saham Apple merosot 4,78 persen. Harga sahamnya terhapus hampir empat persen pada Senin waktu setempat pada penutupan setelah laporan mengatakan perusahaan memangkas produksi pesanan untuk iPhone baru yang keluar awal tahun ini.

Harga minyak juga merosot ketika Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan kembali Arab Saudi sebagai sekutu besar dan mengisyaratkan pihaknya tidak akan menghukum putra mahkota Saudi atas pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi.

Pernyataan Trump datang dua minggu sebelum pertemuan antara OPEC yang dipimpin Saudi dan produsen minyak lainnya di dunia, untuk membahas tentang potensi pengurangan produksi dan potensi kebijakan minyak global pada Desember, dalam upaya untuk mengatasi kelebihan pasokan saat ini yang mengkhawatirkan investor.



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id