2020, Tiongkok Diramal jadi Pasar Penerbangan Global Terbesar
Ilustrasi (FOTO: Internationalbusinesstribune)
Jenewa: Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) menyebut 20-Year Air Passenger Forecast menunjukkan bahwa Tiongkok akan menggantikan Amerika Serikat (AS) sebagai pasar penerbangan terbesar di dunia pada pertengahan 2020-an. Kondisi ini tentu memberikan efek terhadap perekonomian Tiongkok di masa mendatang.

"Penyeimbangan kembali ekonomi Tiongkok terhadap konsumsi akan mendukung permintaan penumpang yang kuat dalam jangka panjang," kata laporan IATA, seperti dilansir dari Xinhua, Sabtu, 27 Oktober 2018, seraya mencatat bahwa pasar penerbangan untuk Tiongkok didefinisikan sebagai lalu lintas ke, dari dan di dalam negeri.

Laporan IATA mengungkapkan tren transportasi udara saat ini menunjukkan jumlah penumpang global dapat berlipat ganda menjadi 8,2 miliar pada 2037. Kondisi semacam ini tentu harus diantisipasi sebaik mungkin agar bisa tumbuh maksimal dan berkontribusi terhadap aktivitas perekonomian.

"Penerbangan berkembang, dan itu menghasilkan manfaat besar bagi dunia. Penggandaan penumpang udara dalam 20 tahun ke depan dapat mendukung 100 juta pekerjaan secara global," kata Direktur Jenderal dan CEO IATA Alexandre de Juniac.



Namun, IATA memperingatkan prospek pertumbuhan untuk transportasi udara, dan manfaat ekonomi yang didorong oleh penerbangan dapat dibatasi jika tindakan proteksionisme dilaksanakan oleh pemerintah. Tentu diharapkan proteksionisme bisa ditekan sedemikian rupa demi kepentingan bersama.

Selama dua dekade berikutnya, ramalan itu memperkirakan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan 3,5 persen (CAGR), yang mengarah ke penggandaan jumlah penumpang dari level saat ini. Wilayah Asia-Pasifik akan mendorong pertumbuhan terbesar dengan lebih dari setengah jumlah total penumpang baru selama 20 tahun mendatang yang berasal dari pasar-pasar ini.

Pertumbuhan di pasar ini didorong oleh kombinasi dari pertumbuhan ekonomi yang kuat, peningkatan pendapatan rumah tangga, dan penduduk yang menguntungkan serta profil demografi. Pada 2020, India akan menempati posisi ketiga setelah Amerika Serikat, melampaui Inggris sekitar 2024.

"Indonesia diperkirakan akan menjadi pemain yang menonjol," kata IATA, seraya menambahkan bahwa posisi Indonesia naik dari pasar penerbangan terbesar kesepuluh di dunia pada 2017 menjadi keempat terbesar pada 2030.

 



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id