Ilustrasi (FOTO: AFP)
Ilustrasi (FOTO: AFP)

Dolar AS Tumbang Usai Suku Bunga AS Dipertahankan

Ekonomi dolar as
21 Maret 2019 09:30
New York: Kurs dolar Amerika Serikat (USD) turun tajam terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB). Kondisi itu terjadi setelah the Fed mempertahankan suku bunga acuan dan para pembuat kebijakannya mengabaikan proyeksi untuk kenaikan suku bunga lebih lanjut di tahun ini.
 
Mengutip Antara, Kamis, 21 Maret 2019, indeks USD yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,6 persen menjadi 95,806, terendah sejak 4 Februari. Indeks sempat tergelincir di bawah rata-rata pergerakan 200 hari. Terhadap yen, USD melemah 0,6 persen, pada langkah untuk hari terburuknya dalam lebih dari dua bulan.
 
Keputusan para pembuat kebijakan yang abai itu karena bank sentral menandai perkiraan perlambatan dalam ekonomi. Bank sentral AS mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) memutuskan untuk mempertahankan kisaran target suku bunga federal fund di 2,25 persen hingga 2,50 persen.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Mengingat perkembangan ekonomi dan keuangan global dan tekanan inflasi yang diredam, Komite akan bersabar ketika menentukan penyesuaian di masa mendatang pada kisaran target suku bunga Federal Fund yang mungkin sesuai untuk mendukung hasil ini," kata bank sentral AS.
 
Dalam perubahan besar dalam perspektifnya, the Fed sekarang juga memperkirakan untuk menaikkan biaya pinjaman hanya sekali lagi sampai 2021, dan tidak lagi mengantisipasi perlunya menjaga inflasi dengan kebijakan moneter yang ketat.
 
"Dolar berada di bawah tekanan terhadap sejumlah besar mata uang di seluruh dunia," kata Associate Manager Portfolio Manulife Asset Management Chuck Tomes di Boston.
 
Secara keseluruhan, lanjut Tomes, tampaknya the Fed mampu memperkuat pandangan dovish mereka karena tidak ada kenaikan suku bunga pada tahun ini dan hanya satu kenaikan suku bunga untuk 2020. Itu lebih dovish daripada yang diperkirakan banyak orang di margin.
 
"Meskipun pasar sedang mencari Fed dovish hari ini," kata Tomes.
 
Setelah pertemuan kebijakan dua hari yang menandai peralihan ke postur yang kurang agresif, the Fed juga mengatakan akan memperlambat pengurangan bulanan kepemilikan obligasi pemerintah dari USD30 miliar menjadi USD15 miliar mulai Mei.
 
"Fakta bahwa mereka telah mengumumkan normalisasi neraca, saya pikir tentu cukup dovish juga," kata Ahli Strategi Suku Bunga TD Securities Gennadiy Goldberg, di New York.

 

(ABD)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif