Di Mana Investor Harus 'Bersembunyi' Selama Perang Dagang?
Ilustrasi (Spencer Platt/AFP)
New York: Para investor menilai mereka yang mencari perlindungan terhadap perang perdagangan yang semakin intensif antara Amerika Serikat (AS) dan sekutu ekonominya harus membeli saham perusahaan domestik yang bersentuhan langsung dengan konsumen. Bahkan, tingkat utilitas dinilai dapat juga menguntungkan jika ini adalah konflik berkepanjangan.

Langkah yang dilakukan Beijing dan Washington yang saling menampar dengan USD34 miliar dalam tarif baru pada Jumat waktu setempat (Sabtu WIB) dinilai beberapa ahli strategi pasar menimbulkan kekhawatiran dan mengganggu perdagangan global. Kondisi itu memicu kerugian bagi perusahaan yang memiliki pasar di luar negeri dengan rantai pasokan yang besar.

"Saham-saham siklikal dengan persentase penjualan luar negeri yang tinggi cenderung paling terancam oleh potensi meningkatnya ketegangan perdagangan," kata Kepala Ekuitas Credit Suisse Jonathan Golub, dalam sebuah catatan, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu, 7 Juli 2018.



"Pendekatan lain terkait ketegangan perdagangan adalah fokus pada dampak tingkat suku bunga. Lebih khusus, peningkatan ketegangan akan menyebabkan peningkatan kekhawatiran resesi dan penurunan hasil, yang mengarah ke rotasi jauh dari keuangan dan menuju proxy obligasi," tambanya.



Keuntungan sektor utama utilitas selama sebulan terakhir naik lebih dari 10 persen terhadap penurunan 0,4 persen di indeks S&P 500. Adapun kenaikan harga saham baru-baru ini untuk perusahaan seperti NextEra dan Duke Energy lantaran terus memantau penurunan suku bunga selama periode yang sama.

Atau, Credit Cuisse mengatakan bahwa pemain global seperti Baker Hughes, Mosaic, dan 3M bisa menjadi yang paling terpapar jika hubungan perdagangan lebih buruk antara Amerika Serikat dan Tiongkok. Semua tiga ekuitas telah berkinerja buruk dari pasar saham yang lebih luas selama 30 hari terakhir.



Sedangkan Goldman Sachs mengatakan kepada investor untuk mempertimbangkan perusahaan konsumen domestik sebagai cara menavigasi kebijakan perdagangan yang bergejolak. Banyak proposal kampanye Trump seperti pengeluaran infrastruktur dan reformasi pajak, yang diperkirakan investor akan meningkatkan pertumbuhan AS belum dilaksanakan.

"Akibatnya, perusahaan-perusahaan yang menghadapi di dalam negeri telah tertinggal. Ke depan, hambatan perdagangan luar negeri seperti tarif atau sengketa perdagangan kemungkinan akan menguntungkan saham dengan penjualan domestik yang tinggi dibandingkan dengan perusahaan yang berorientasi ekspor," kata Kepala Strategi Ekuitas Goldman Sachs David Kostin.

 



(ABD)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360