Ekonom Nilai Tidak Ada Faktor untuk FFR Naik
Gedung The Fed (FOTO: AFP)
New York: Ketakutan larinya kenaikan harga dibandingkan dengan data ekonomi saat ini mendorong komitmen Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga acuan atau Fed Fund Rate (FFR). Tentu keputusan untuk menaikkan suku bunga Amerika Serikat (AS) akan melalui sejumlah pertimbangan dan pembahasan, termasuk melihat indikator perekonomian.

Menurut data baru, inflasi inti AS merayap ke 0,2 persen pada April atau lebih kecil dibandingkan dengan estimasi 0,3 persen yang diharapkan. Harga bahan bakar dan sewa adalah pendorong utama pertumbuhan harga tetapi sebagian besar diimbangi oleh harga rata-rata dalam perawatan kesehatan.

Kepala Ekonom Pantheon Macro Ian Shepherdson menilai setiap dorongan inflasi yang akan membenarkan tingkat bunga lebih tinggi tidak benar-benar ada. Dengan dasar itu, dirinya mempertanyakan faktor apa saja yang mendorong the Fed harus menaikkan suku bunga acuan sekarang ini.



"Angka-angka upah selama beberapa tahun terakhir telah datar sekitar 2,5 persen dan itu tidak benar-benar menakut-nakuti siapa pun, sehingga menimbulkan pertanyaan mengapa tingkat suku bunga Fed naik," kata Shepherdson," seperti dikutip dari CNBC, Sabtu, 12 Mei 2018.

Terakhir kali tingkat pengangguran di Amerika Serikat mencapai level saat ini adalah ketika inflasi berlari mencapai enam persen, dan Shepherdson menilai the Fed ingin mencegah sejarah terulang kembali. Pada musim panas 2017, inflasi inti berada di sekitar 1,7 persen dan kini telah mencapai 2,1 persen secara tahun ke tahun.

Shepherdson mengatakan setiap kekhawatiran sebelumnya tentang penurunan harga sekarang harus disingkirkan. "Saya berpikir bahwa tidak ada inflasi adalah cerita kemarin, dan gagasan deflasi global ini, cerita itu kuno atau berita kuno," pungkasnya.

 



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id