Wall Street Tertekan di Tengah Kekhawatiran Geopolitik
Ilustrasi (Jin Lee/Bloomberg)
New York: Bursa saham Amerika Serikat (AS) berakhir lebih rendah atau harus tertekan pada Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), karena para investor mengawasi ketegangan geopolitik dan data ekonomi utama Amerika Serikat. Sejauh ini, kondisi geopolitik kian memanas usai terjadinya sengketa perdagangan dan pengenaan kembali sanksi oleh AS kepada Iran.

Mengutip Xinhua, Sabtu, 11 Agustus 2018, indeks Dow Jones Industrial Average turun 196,09 poin atau 0,77 persen menjadi 25.313,14. Sedangkan S&P 500 turun sebanyak 20,30 poin atau 0,71 persen menjadi 2,833.28. Kemudian indeks Nasdaq Composite turun 52,67 poin, atau 0,67 persen, menjadi 7.839,11.

Lira Turki jatuh 20 persen terhadap dolar Amerika Serikat (USD) setelah Presiden AS Donald Trump mengesahkan penggandaan tarif pada produk baja dan aluminium dari Turki. Analis mengatakan para investor khawatir tentang ketegangan geopolitik yang telah mengguncang pasar global.

Di sisi ekonomi, Indeks Harga Konsumen AS untuk Semua Konsumen Perkotaan meningkat 0,2 persen pada Juli dengan dasar penyesuaian musiman setelah naik 0,1 persen pada Juni, Departemen Tenaga Kerja mengatakan. Selama 12 bulan terakhir, semua item indeks naik 2,9 persen sebelum penyesuaian musiman.



Tetapi tidak termasuk komponen makanan dan energi yang mudah menguap, yang disebut CPI inti naik 2,4 persen dari tahun sebelumnya, lompatan terbesar sejak September 2008, menurut departemen. Rilis data ini biasanya memberikan efek terhadap pergerakan pasar saham di AS.

Sebelumnya, laporan bulanan Pemerintah Amerika Serikat mengungkapkan produksi minyak mentah pada 2018 diperkirakan tumbuh pada tingkat yang lebih lambat dari perkiraan sebelumnya. Hal itu dinilai akan terjadi di tengah harga minyak mentah yang lebih rendah.

Produksi minyak mentah AS telah naik secara dramatis dan sebagian besar didorong oleh peningkatan produksi dari formasi serpih, tetapi sekarang mungkin kenaikannya menjadi lebih lambat karena harga turun.

Produksi AS diperkirakan meningkat 1,31 juta barel per hari (bph) menjadi 10,68 juta barel per hari pada 2018, lebih rendah dari perkiraan pertumbuhan bulan lalu yang mencapai 1,44 juta barel per hari menjadi 10,79 juta barel, menurut Badan Informasi Energi AS (EIA).

 



(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id