Sekutu AS Siap Serang Balik Tarif Impor Trump
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
Eropa: Mitra dagang utama Amerika Serikat (AS) siap menyerang balik tindakan Gedung Putih yang mengenakan tarif baja dan aluminium kepada Kanada, Meksiko, dan Uni Eropa (EU). Adapun mitra dagang utama AS menyayangkan sikap AS yang melakukan kebijakan tersebut dan diharapkan ada kajian kembali.

"Ini adalah proteksionisme, murni, dan sederhana," kata Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu, 2 Juni 2018, saat para pejabat perdagangan Eropa mengeluarkan daftar ratusan produk AS, dari selai kacang hingga sepeda motor, yang sekarang akan dikenakan tarif untuk konsumen Eropa.

Meksiko, mitra dagang AS terbesar ketiga, mengatakan akan menghukum impor AS termasuk perut babi, apel, anggur, keju, dan baja datar. Sedangkan Kanada, mitra dagang terbesar kedua di belakang Tiongkok, merespons dengan tarif dolar-untuk-dolar terhadap ekspor baja dan aluminium AS.

Dalam sebuah konferensi pers, Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau menyebut, tarif administrasi Trump benar-benar tidak dapat diterima. Dia mengatakan argumen Gedung Putih bahwa impor baja dan aluminium Kanada mewakili risiko keamanan nasional adalah tidak masuk akal.



Pada Kamis waktu setempat, Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross mengatakan tarif AS akan mencapai 25 persen untuk baja dan 10 persen untuk aluminium, dan mereka akan berlaku pada Jumat waktu setempat. Tidak ditampik, kebijakan ini memunculkan pertentangan dari mitra dagang utama AS.

Pemerintah AS sebelumnya memberikan pengecualian kepada mitra dagang utama AS terkait pengenaan tarif baja dan aluminium serta memberi waktu untuk dilakukan negosiasi. Presiden AS Donald Trump awalnya mengumumkan tarif pada Maret, dengan alasan kekhawatiran keamanan nasional, tetapi berjanji untuk menunda saat negosiasi berlangsung.

Menurut S&P Global Market Intelligence daftar ekspor AS yang ditargetkan oleh Uni Eropa termasuk produk perhiasan (senilai USD1,46 miliar per tahun), wiski Bourbon (USD737 juta), kaca otomotif (USD686 juta), peralatan telekomunikasi (USD506 juta) dan berbagai macam produk perawatan pribadi (USD470 juta).

 



(ABD)