Ilustrasi. FOTO: MI/SUSANTO
Ilustrasi. FOTO: MI/SUSANTO

Dolar AS Melempem

Ekonomi dolar as
Angga Bratadharma • 07 November 2019 09:31
New York: Kurs dolar Amerika Serikat (USD) diperdagangkan lebih rendah pada Rabu waktu setempat (Kamis WIB) terhadap mata uang safe-haven tradisional seperti yen Jepang dan franc Swiss. Pelemahan terjadi karena selera risiko investor berkurang di tengah ketidakpastian perdagangan.
 
Mengutip Xinhua, Kamis, 7 November 2019, indeks USD, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,04 persen pada 97,9502 pada akhir perdagangan. Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD1,1068 dari USD1,1063 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi USD1,2852 dari USD1,2880 pada sesi sebelumnya.
 
Dolar Australia turun menjadi USD0,6878 dibandingkan dengan USD0,6890. Dolar dibeli 108,93 yen Jepang, lebih rendah dibandingkan dengan 109,22 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar turun menjadi 0,9924 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9933 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3183 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,3158 dolar Kanada.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di sisi lain, pasar saham Amerika Serikat ditutup bervariasi pada Rabu waktu setempat (Kamis WIB), dengan Dow Jones sedikit berubah. Kondisi itu karena Wall Street mencerna data terkait pengurangan produktivitas tenaga kerja AS di kuartal ketiga dan pidato Presiden Federal Reserve Chicago Charles Evans.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,07 poin atau 0,0003 persen menjadi 27.492,56. Sedangkan S&P 500 meningkat sebanyak 2,16 poin atau 0,07 persen menjadi 3.076,78. Indeks Komposit Nasdaq turun 24,05 poin atau 0,29 persen menjadi 8.410,63.
 
Sebanyak tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 diperdagangkan lebih tinggi di sekitar penutupan pasar, dengan sektor perawatan kesehatan naik 0,56 persen, memimpin para pemenang. Saham CVS Health naik 5,36 persen, setelah raksasa kesehatan melaporkan laba lebih tinggi dari perkiraan untuk kuartal ketiga, didorong bisnis asuransi kesehatan yang kuat.
 
Saham Wendy turun 0,34 persen, setelah perusahaan membukukan laba kuartal ketiga yang mengalahkan estimasi pasar. Rantai restoran cepat saji juga meningkatkan prospek pertumbuhan setahun penuh.
 
Sementara itu, Evans mengatakan dalam sebuah acara bahwa pengurangan suku bunga bank sentral AS belum memadai untuk mengubah dinamika secara substansial jika ada guncangan negatif yang besar. Perlu ada kebijakan lain guna menjaga stabilitas perekonomian dari sisi kebijakan moneter.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif