Ilustrasi (FOTO: AFP)
Ilustrasi (FOTO: AFP)

Dolar AS Melempem di Tengah Risalah The Fed

Ekonomi dolar as
Angga Bratadharma • 23 Mei 2019 09:33
New York: Kurs dolar Amerika Serikat (USD) turun pada Rabu waktu setempat (Kamis WIB), karena investor mencerna risalah yang baru dirilis oleh Federal Reserve. Sejauh ini, the Fed terus berupaya menjaga stabilitas perekonomian AS melalui kebijakan moneternya, termasuk menyesuaikan suku bunga acuan.
 
Mengutip Xinhua, Kamis, 23 Mei 2019, indeks USD, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun sebanyak 0,02 persen pada 98,0403 pada akhir perdagangan. Pada akhir perdagangan di New York, euro naik menjadi USD1,1159 dari USD1,1157 di sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi USD1,2668 dari USD1,2705 AS di sesi sebelumnya.
 
Dolar Australia naik menjadi USD0,6884 dibandingkan dengan USD0,6881. Dolar AS dibeli 110,28 yen Jepang, lebih rendah dibandingkan dengan 110,62 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 1,0086 franc Swiss dibandingkan dengan 1,0113 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3427 dolar Kanada dari 1,3404 dolar Kanada.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bank sentral AS pada Rabu merilis risalah pertemuan kebijakan moneter terbarunya dengan mengatakan anggota mengamati bahwa pendekatan moneter untuk menentukan penyesuaian masa depan dengan kisaran target untuk tingkat suku bunga acuan kemungkinan akan tetap sesuai untuk beberapa waktu.
 
Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average turun sebanyak 100,72 poin atau 0,39 persen menjadi 25.776,61. Sementara itu, S&P 500 turun sebanyak 8,09 poin atau 0,28 persen menjadi 2.856,27. Indeks Komposit Nasdaq turun 34,88 poin atau 0,45 persen menjadi 7.750,84.
 
Saham Qualcomm anjlok 10,86 persen setelah berita bahwa seorang hakim AS memutuskan perusahaan itu melanggar undang-undang antimonopoli dengan secara tidak sah menekan persaingan di pasar untuk cip ponsel.
 
VanEck Vectors Semiconductor ETF (SMH), yang melacak kinerja keseluruhan perusahaan-perusahaan besar yang terdaftar di AS di industri semikonduktor, ditutup 1,76 persen lebih rendah. Dari 11 sektor S&P 500 utama, energi turun 1,58 persen, kelompok dengan kinerja terburuk. Utilitas dan perawatan kesehatan saham yang unggul.
 
Selain itu, Wall Street juga mencerna risalah pertemuan yang baru dirilis dari Federal Reserve AS. Beberapa investor berpikir inflasi AS mungkin jatuh lebih jauh tahun ini dan mengantisipasi Federal Reserve untuk memangkas suku bunga guna memacu pertumbuhan.
 
"Risalah dari pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) 30 April-1 Mei mengungkapkan bahwa Fed bertekad untuk mempertahankan suku bunga tidak berubah tahun ini, bahkan jika itu berarti membuat alasan untuk inflasi rendah dan/atau pertumbuhan yang mengecewakan," kata Kepala Ekonom FTN Financial Chris Low, dalam sebuah catatan.
 
"Memang, jika ada, beberapa anggota mempertimbangkan kemungkinan FOMC mungkin harus menaikkan suku bunga tahun ini, tetapi tidak ada yang langsung menyarankan pengurangan, meskipun inflasi lebih rendah dari target," pungkas Chris Low.
 

(ABD)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif