Ilustrasi. AFP PHOTO/GREG BAKER
Ilustrasi. AFP PHOTO/GREG BAKER

2023, Ekonomi Digital Diramal Capai Setengah PDB Tiongkok

Ekonomi ekonomi china tiongkok
Angga Bratadharma • 14 Desember 2019 14:01
Beijing: Perusahaan intelijen pasar global IDC memperkirakan sekitar 51,3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) Tiongkok akan terkait digitalisasi pada 2023. Hal itu ketika perusahaan-perusahaan negara itu meningkatkan digitalisasi bisnis mereka.
 
Mengutip Xinhua, Sabtu, 14 Desember 2019, firma riset itu menambahkan bahwa pada 2025 setidaknya 80 persen dari aplikasi korporat baru Tiongkok akan menggunakan teknologi kecerdasan buatan. Hal itu dilakukan guna mempermudah dan memperluas aktivitas bisnis di masa mendatang.
 
Adapun kepala petugas informasi akan memainkan peran yang lebih besar dalam perusahaan dengan merencanakan pengembangan inovatif. Sementara akan ada peningkatan permintaan bagi para profesional dalam memastikan keamanan dan kepatuhan digital, kata IDC.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tiongkok berada di jalur cepat untuk digitalisasi, sementara perusahaan harus mengambil strategi berorientasi masa depan guna mempersiapkan perubahan terkait," kata Direktur Pelaksana IDC Tiongkok Kitty Fok.
 
Pengeluaran perusahaan Tiongkok untuk transformasi digital telah berkembang melebihi ambang batas dengan memperhitungkan 51 persen dari total pengeluaran teknologi informasi (TI) mereka tahun ini, sebuah laporan sebelumnya oleh IDC dan perusahaan IT China Inspur menunjukkan.
 
Di sisi lain, barometer ekonomi utama Tiongkok kemungkinan akan pulih pada paruh pertama 2020. Hal itu seperti disampaikan Kepala Ekonom Tiongkok Morgan Zhu Haibin menanggapi pesimisme pasar. Zhu mengatakan investasi manufaktur dan infrastruktur mungkin akan mulai mendorong perekonomian Tiongkok pada tahun depan.
 
Hal ini terkait tekanan ekonomi Tiongkok yang menurun pada 2019. Sektor manufaktur akan lebih banyak dikucuri investasi di tengah perkiraan pemulihan indeks harga produsen sehingga dapat meningkatkan laba bagi perusahaan-perusahaan di industri ini, kata Zhu.
 
Menurut Zhu, laju pertumbuhan untuk investasi infrastruktur diperkirakan akan naik antara lima hingga enam persen tahun depan karena pemerintah bermaksud menerbitkan obligasi pemerintah daerah khusus untuk pembiayaan infrastruktur.
 
Sementara sektor konsumsi sebagian dipengaruhi oleh kenaikan indeks harga konsumen (CPI) karena kenaikan harga daging babi di tahun mendatang. Zhu mengatakan kenaikan CPI hanya lah struktural dan tidak mungkin memicu perubahan dalam kebijakan moneter.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif