Menko Maritim Luhut Pandjaitan. (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu)
Menko Maritim Luhut Pandjaitan. (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu)

Indonesia Adopsi Teknologi Pertanian India

Ekonomi world economic forum
Nia Deviyana • 23 Januari 2019 20:15
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Luhut Binsar Pandjaitan mendorong kerja sama pertanian alami berbiaya nol (Zero Budget Natural Farming/ZBNF) dengan negara bagian India, Andhra Pradesh. Adapun kerja sama tersebut berbentuk adopsi teknologi sehingga dapat meningkatkan kualitas pertanian di Indonesia.
 
"Kami akan mengirim perwakilan untuk enam kabupaten bulan depan ke Andhra Pradesh. Kami harap mereka dapat dilatih dalam satu kurun waktu sehingga mereka bisa bawa pulang teknologi dan pengetauhan tersebut ke Indonesia, sehingga kami bisa meningkatkan kualitas petani Indonesia," kata Luhut dalam keterangan tertulisnya, seperti dikutip Antara, Rabu, 23 Januari 2019.
 
Untuk program ini, Luhut telah berkomunikasi lewat sambungan video dengan Chief Minister of Andhra Pradesh N Chandrababu Naidu saat menghadiri High Level Dialogue on ZBNF di Davos, Swiss, Selasa, 22 Januari 2019.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


ZBNF merupakan program yang mengedukasi petani untuk menghindari penggunaan bahan-bahan kimia dalam kegiatan agrikultur. Mengadopsi pendekatan agroecology, ZNBF membantu petani menekan beban biaya tinggi akibat penggunaan bahan kimia, sekaligus meningkatkan mutu tanaman dan mencegah kerusakan lingkungan.
 
Pemerintah Andhra Pradesh telah mengimplementasikan program ini sejak 2016 dengan melibatkan 40 ribu petani. Jumlah ini berkembang menjadi 523 ribu orang petani pada 2018. Dengan ZBNF, produksi padi di Andhra Pradesh dapat ditingkatkan sampai 15 persen, kacang tanah 26 persen, dan kapas 10 persen.
 
"Kami mau mengurangi penggunaan pupuk kimia, karena membawa dampak negatif terhadap kesehatan dan tingginya biaya yang harus ditanggung petani," tambah Luhut, yang juga menyebut Indonesia dan India memiliki kesamaan nasip harus menyubsidi pupuk kimia.
 
"Jika kita bisa survive (bertahan), lebih baik tanpa subsidi dan bahkan tanpa pupuk kimia, maka itu menjadi sebuah solusi yang win-win (adil), terutama untuk planet ini," kata Satya Tripathi selaku asisten Sekjen PBB untuk program lingkungan, mendukung kolaborasi tersebut.
 

 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi