Ilustrasi (FOTO: AFP)
Ilustrasi (FOTO: AFP)

Pertumbuhan PDB AS Turun Jadi 1,3%

Ekonomi ekonomi amerika
Angga Bratadharma • 23 Maret 2019 15:03
Washington: Asosiasi Hipotek Nasional Federal AS atau yang lebih dikenal sebagai Fannie Mae memperkirakan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) turun menjadi 1,3 persen pada kuartal pertama 2019, sementara pasar perumahan akan tetap stabil. Diharapkan pertumbuhan ini tidak terus melambat di kuartal-kuartal berikutnya.
 
"Kami memperkirakan pertumbuhan pada kuartal pertama 2019 turun menjadi 1,3 persen secara tahunan -pertumbuhan triwulanan paling lambat dalam tiga tahun," kata Kepala Ekonom Fannie Mae Doug Duncan, seperti dikutip dari Xinhua, Sabtu, 23 Maret 2019.
 
Fannie Mae menjelaskan pertumbuhan yang lemah itu diakibatkan oleh kehati-hatian konsumen menyusul volatilitas aset keuangan rumah tangga yang signifikan pada kuartal keempat. Diharapkan kondisi ini bisa membaik dan nantinya perbaikan tersebut mendukung pertumbuhan ekonomi.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, memudarnya stimulus fiskal dan berlanjutnya kelesuan dalam investasi bisnis dan pengeluaran konsumen, Fannie Mae meramalkan bahwa pertumbuhan PDB riil pada 2019 dapat turun menjadi 2,2 persen atau turun dibandingkan dengan posisi 3,1 persen pada 2018.
 
Fannie Mae juga mencatat bahwa terdapat risiko termasuk pertumbuhan ekonomi global yang lebih lambat dan ketidakpastian perdagangan AS-Tiongkok yang sedang berlangsung. Sejumlah risiko ini harus bisa diantisipasi bersama terutama perang dagang yang terjadi bisa segera dihentikan demi kepentingan bersama.
 
"Ketika kita menimbang risiko penurunan terhadap ekonomi termasuk moderasi pertumbuhan internasional dan ketidakpastian perdagangan maka kita sekarang memproyeksikan bahwa the Fed akan menunggu sampai kuartal keempat untuk menaikkan suku bunga," kata Duncan.
 
The Fed memutuskan mempertahankan suku bunga acuan dan mengatakan akan mengakhiri program pengurangan neraca pada September. Sedangkan untuk prospek pasar perumahan AS pada 2019, Fannie Mae terus mengharapkan penjualan rumah yang stabil karena pasar tenaga kerja yang solid dan formasi rumah tangga yang kuat dapat mendukung permintaan perumahan.
 
Ketika apresiasi harga rumah yang melambat dan tingkat hipotek yang lebih menarik akan mengurangi kekhawatiran keterjangkauan di pasar perumahan, Fannie Mae mencatat situasi masih menghadapi tantangan. Tantangan ini harus diantisipasi agar tidak memberikan tekanan terhadap pasar perumahan di AS.
 
"Mengingat kekurangan inventaris umum dan permintaan yang kuat untuk perumahan, keterjangkauan tetap menjadi tantangan utama yang dihadapi industri, terutama di ruang yang sesuai," pungkas Duncan.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif