USD Perkasa Usai Pertemuan Kim-Trump
Ilustrasi (TED ALJIBE/AFP)
New York: Kurs dolar Amerika Serikat (USD) menguat terhadap mata uang utama lainnya pada penutupan perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB). Penguatan terjadi setelah pertemuan yang sangat dinanti-nantikan antara pemimpin tertinggi Republik Demokratik Rakyat Korea (DPRK) Kim Jong-un dan Presiden AS Donald Trump di Singapura berakhir.

Mengutip Antara, Rabu, 13 Juni 2018, indeks USD yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,23 persen menjadi 93,820 di akhir perdagangan. Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi USD1,1748 dari USD1,1787 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi USD1,3375 dari USD1,3380 pada sesi sebelumnya.

Sedangkan dolar Australia merosot ke USD0,7572 dari USD0,7606. Sementara itu, USD dibeli 110,35 yen Jepang, lebih tinggi dari 110,03 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Kemudian USD naik menjadi 0,9862 franc Swiss dari 0,9851 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3018 dolar Kanada dari 1.2987 dolar Kanada.

Kim dan Trump menandatangani pernyataan bersama setelah pertemuan mereka, yang pertama di antara para pemimpin yang berkuasa di kedua negara tersebut. Pertemuan ini diharapkan memunculkan perdamaian dunia yang lebih baik di masa yang akan datang.



Dalam pernyataan bersama, Trump berkomitmen untuk memberikan jaminan keamanan kepada DPRK, sementara Kim menegaskan kembali komitmennya yang tegas dan teguh untuk menyelesaikan denuklirisasi Semenanjung Korea.

Sementara itu, investor terus mengawasi pertemuan kebijakan dua hari Federal Reserve, karena bank sentral secara luas diperkirakan akan menaikkan suku bunganya untuk kedua kalinya pada 2018 setelah mengakhiri pertemuan mereka pada Rabu sore waktu setempat.

Di sisi ekonomi, Indeks Harga Konsumen untuk Semua Konsumen Perkotaan (CPI-U) meningkat 0,2 persen pada Mei dalam basis disesuaikan secara musiman setelah naik 0,2 persen pada April, Departemen Tenaga Kerja mengatakan.

Indeks untuk semua item dikurangi makanan dan energi, atau CPI Inti, naik 0,2 persen pada Mei. Hal ini membawa peningkatan tahun-ke-tahun dalam indeks menjadi 2,2 persen, menurut Departemen Tenaga Kerja.

 



(ABD)