Ilustrasi (AFP PHOTO/SCOTT HEPPELL)
Ilustrasi (AFP PHOTO/SCOTT HEPPELL)

Harga Minyak bervariasi di Tengah Ketidakpastian Permintaan Global

Ekonomi minyak mentah
Angga Bratadharma • 21 Mei 2019 08:03
New York: Harga minyak dunia ditutup bervariasi pada Senin waktu setempat (Selasa WIB). Hal itu terjadi karena investor mengikuti berita yang dapat berdampak pada keseimbangan minyak global. Meski demikian, negara anggota OPEC sejauh ini terus berupaya menjaga stabilitas pasar minyak dengan harapan menjaga harga di pasaran.
 
Mengutip Xinhua, Selasa, 21 Mei 2019, minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Juni naik USD0,34 menjadi USD63,1 per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara minyak mentah Brent untuk pengiriman Juli turun USD0,24 menjadi USD71,97 per barel di London ICE Futures Exchange.
 
Arab Saudi dan pengekspor minyak utama lainnya mengisyaratkan pada akhir pekan bahwa mereka lebih suka memperpanjang perjanjian pengurangan produksi saat ini hingga akhir tahun, menurut Bloomberg. Kondisi itu dengan harapan menjaga agar harga minyak tidak kembali tertekan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, Menteri Perminyakan Sudan Selatan Yehezkiel Lol Gatkuoth mengatakan bahwa Arab Saudi akan memberikan bantuan teknis kepada sektor minyak Sudan Selatan yang sedang mencari pemulihan setelah lebih dari lima tahun konflik.
 
Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 84,10 poin atau 0,33 persen menjadi 25.679,90. Sedangkan Indeks S&P 500 merosot 19,30 poin atau 0,67 persen menjadi 2.840,23, diikuti Indeks Komposit Nasdaq anjlok 113,91 poin atau 1,46 persen menjadi diperdagangkan pada 7.702,38.
 
Saham pembuat cip turun secara meluas. Baik saham Nvidia maupun saham Advanced Micro Devices ditutup sekitar tiga persen lebih rendah. Demikian pula dengan saham Qualcomm dan Lam Research masing-masing turun 5,99 persen dan 5,4 persen.
 
Saham raksasa teknologi AS lainnya atau yang disebut kelompok FAANG dari Facebook, Apple, Amazon, Netflix, dan Google (Alphabet Inc), ditutup lebih rendah. Sebanyak delapan dari 11 saham utama pada Indeks S&P 500 tergelincir, dengan teknologi turun 1,75 persen, memimpin penurunan.
 
Pasar keuangan AS telah tertekan akhir-akhir ini karena investor semakin khawatir tentang ketegangan perdagangan global. Indeks Volatilitas Cboe, yang secara luas dianggap sebagai pengukur kekhawatir terbaik di pasar saham, meningkat 2,19 persen menjadi 16,31 persen pada Senin.
 
Di sisi lain, Greenback membatasi daya tarik emas batangan karena indeks USD bertahan di dekat level tertinggi dua minggu. Pekan lalu indeks mencatat kenaikan mingguan terbesar sejak awal Maret, didukung oleh data perumahan AS yang kuat dan laporan yang menunjuk pada pengangguran yang lebih rendah.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif