NEWSTICKER
Illustrasi. AFP/THOMAS SAMSON.
Illustrasi. AFP/THOMAS SAMSON.

Krisis Industri, Dana Keluar Aset Manajer Capai USD50 Miliar

Ekonomi saham
Arif Wicaksono • 30 Oktober 2016 14:54
medcom.id, Washington: Bisnis broker saham dan obligasi meraih pendapatan yang semakin kecil dari hari ke hari. Tujuh aset manajer investasi papan atas, minggu ini, melaporkan pencairan bersih mencapai USD50 miliar pada kuartal ketiga, sebagian besar dari dana yang aktif.
 
Manajer invetasi yang mengalami kehilangan terbesar adalah Franklin Resources Inc dengan USD22,1 miliar, AllianceBernstein kehilangan USD15,3 miliar dan Waddell & Reed Financial Inc kehilangan USD4,9 miliar.
 
Pada kuartal kedua, kelompok tujuh manajer investasi ini melihat dana keluar sebanyak USD34 miliar. Penghitungan ini adalah bukti lebih lanjut bahwa investor frustrasi dengan biaya tinggi dan kinerja biasa-biasa saja dari dana yang dikelola secara aktif yang membuat mereka pergi untuk beralih ke investasi pasif. Dalam 12 bulan yang berakhir 30 September, dana aktif memiliki pencairan dari USD295 miliar sementara dana pasif mencapai USD454 miliar, menurut data dari Morningstar Inc.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pergeseran dari aktif ke pasif merupakan tren terkini," kata Benjamin Phillips, seorang pelaku dengan perusahaan konsultan Casey Quirk oleh Deloitten dikutip dari Bloomberg, Minggu (30/10/2016).
 
Bukti yang paling jelas adalah Perusahaan publik yang memikat paling kas pada kuartal ketiga, BlackRock Inc, dengan asset USD55 miliar, menarik lebih dari 90 persen dana yang terhubung dalam indeks. Vanguard Group, yang dikenal untuk dana indeks murah dan ETF, juga menarik USD78 miliar simpanan dalam periode itu.
 
Unit Asset manajemen Ameriprise Financial Inc melaporkan pencairan USD4,3 miliar dari dana aktif pada kuartal ketiga dibandingkan menjadi USD7,4 miliar pada tahun lalu. T. Rowe Price memiliki USD200 juta.
Legg Mason Inc melaporkan arus keluar bersih kuartal fiskal kedua sebesar USD300 juta termasuk alternatif arus keluar sebesar USD1,6 miliar dan arus keluar modal dari USD1,5 miliar, yang sebagian diimbangi oleh arus masuk pendapatan tetap sebesar USD2,8 miliar.
 
CEO Waddell & Reed Philip Sanders mengatakan ada permintaan yang lebih rendah untuk produk dikelola secara aktif perusahaan. Dia juga menunjuk perubahan peraturan yang signifikan dan tekanan biaya yang mendorong pergeseran tersebut.
 
"Industri kami sedang mengalami masa perubahan transformasional," kata Sanders.
 
Janus Capital Group Inc melaporkan pencairan bersih sebanyak USD2,4 miliar pada kuartal ketiga atau yang paling banyak dalam setahun. Perusahaan yang berbasis di Denver melihat arus keluar dalam pertumbuhannya, ekuitas global dan dana pendapatan tetap yang sebagian dari unit Intech, yang menggunakan strategi matematika.
 
Awal bulan ini, Janus mengumumkan rencana untuk bergabung dengan perusahana Inggris, Henderson Group Plc, untuk tetap kompetitif. Henderson juga melaporkan bahwa ia melihat arus keluar bersih pada kuartal ketiga.
 
CEO Franklin Gregory Johnson menduga akan membutuhkan banyak relasi dalam industri ini.
 
"Salah satu cara untuk mendapatkan efisiensi adalah melalui konsolidasi. Perusahaan akan lebih terbuka untuk jalan itu untuk menciptakan nilai," tambah dia.
 
Franklin, yang mengkhususkan diri untuk menjalankan penjualan saham dan obligasi dana global, mencatatkan penarikan bersih sebesar USD86,5 miliar untuk tahun fiskal yang berakhir 30 September.
 
Salah satu sumber pendanaan Franklin yang terkenal, Michael Hasenstab Templeton Global Bond Fund, memiliki USD16 miliar penarikan dalam 12 bulan, kedua terbesar dari semua perusahaan reksa dana di AS, menurut data yang dikumpulkan oleh Bloomberg.
 

(SAW)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif