Ilustrasi. FOTO: Katie SCHUBAUER/AFP
Ilustrasi. FOTO: Katie SCHUBAUER/AFP

Jumlah Rig AS Turun, Minyak Dunia Melesat

Ekonomi minyak mentah
Angga Bratadharma • 05 November 2019 08:02
New York: Harga minyak dunia naik pada Senin waktu setempat (Selasa WIB), di tengah penurunan jumlah rig Amerika Serikat (AS). Jumlah rig minyak aktif berada di 691 atau turun lima rig dari minggu sebelumnya, menurut data mingguan yang dirilis oleh perusahaan jasa minyak Baker Hughes.
 
Mengutip Xinhua, Selasa, 5 November 2019, minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Desember naik USD0,34 menjadi di USD56,54 per barel di New York Mercantile Exchange. Minyak mentah brent untuk pengiriman Januari naik USD0,44 menjadi USD62,13 per barel di London ICE Futures Exchange.
 
Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat ditutup lebih tinggi pada Senin waktu setempat (Selasa WIB), karena investor mencerna rilis ekonomi yang beragam. Di sisi lain, perang dagang yang berkecamuk masih terus memberikan beban tersendiri terhadap pergerakan pasar saham Paman Sam.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Indeks Dow Jones Industrial Average naik sebanyak 114,75 poin atau 0,42 persen menjadi 27.462,11. Sedangkan S&P 500 menguat 11,36 poin atau 0,37 persen menjadi 3.078,27. Indeks Komposit Nasdaq naik 46,80 poin atau 0,56 persen ke 8.433,20.
 
Sebanyak tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 diperdagangkan lebih tinggi di sekitar penutupan pasar. Sektor energi naik 3,15 persen, memimpin para pemenang. Mayoritas dari 30 saham unggulan di Dow memperpanjang kenaikan di sekitar bel penutupan, dengan saham Chevron dan Walgreens Boots Alliance naik masing-masing hampir 4,61 persen dan 3,96 persen.
 
Saham 3M dan Intel yang sensitif terhadap perdagangan yang ditonton secara luas juga naik masing-masing lebih dari 2,83 persen dan sekitar 1,95 persen. Saham Under Armor merosot 18,92 persen, setelah merek pakaian atletik memangkas pedoman pendapatan setahun penuhnya.
 
Di sisi ekonomi, pesanan barang pabrik AS mundur 0,6 persen pada September, menyusul penurunan 0,1 persen pada Agustus, Biro Sensus mengatakan. Angka itu datang lebih buruk dari perkiraan penurunan 0,5 persen oleh para ekonom yang disurvei oleh Reuters dan penurunan 0,4 persen yang diharapkan oleh survei MarketWatch.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif