Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Utang Dunia Meningkat, Bank Dunia Ingatkan Risiko Krisis Keuangan

Ekonomi bank dunia
Nia Deviyana • 10 Januari 2020 13:31
Washington: Bank Dunia memperingatkan risiko krisis utang di tingkat global. Selain itu suku bunga rendah tidak cukup untuk mengimbangi menumpuknya utang yang semakin besar.
 
Dalam laporan Prospek Ekonomi Global (GEP) dua tahunan, organisasi yang bermarkas di Washington ini mengatakan ada empat gelombang akumulasi utang selama 50 tahun terakhir.
 
Melansir CNBC International, Jumat, 10 Januari 2019, gelombang saat ini (yang dimulai pada 2010) dianggap sebagai peningkatan pinjaman global terbesar, tercepat dan berbasis luas sejak 1970-an.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bank Dunia mengatakan meskipun tingkat suku bunga rendah dan dapat mengurangi beberapa risiko terkait tingkat utang yang tinggi, tiga gelombang akumulasi utang nyatanya berakhir dengan krisis keuangan di banyak negara berkembang.
 
"Suku bunga global yang rendah hanya memberikan perlindungan genting terhadap krisis keuangan," ujar Direktur Bank Dunia Bidang Prospek Ekonomi Ayhan Kose dalam laporannya.
 
"Sejarah gelombang akumulasi utang masa lalu menunjukkan bahwa gelombang ini cenderung memiliki akhir yang tidak bahagia. Dalam lingkungan global yang rapuh, perbaikan kebijakan sangat penting untuk meminimalisir risiko yang terkait dengan gelombang utang saat ini," lanjut dia.
 
Sebenarnya ada beberapa opsi kebijakan yang bisa dilakukan untuk meminimalisir risiko ini.
 
Bank Dunia mengatakan manajemen utang yang baik dan transparansi utang harus membantu mengurangi biaya pinjaman dan mengandung kebijakan fiskal.
 
Kedua, kerangka kerja moneter, nilai tukar dan kebijakan fiskal yang kuat dapat melindungi negara-negara berkembang di lingkungan ekonomi yang rapuh. Ketiga, regulasi dan pengawasan sektor keuangan yang kuat diperlukan untuk mengenali dan mengatasi risiko yang muncul.
 
Keempat, manajemen keuangan publik dan kebijakan yang mempromosikan tata kelola perusahaan yang baik dapat membantu memastikan bahwa utang digunakan secara produktif.
 
Berdasarkan catatan Bank Dunia, utang global naik ke rekor tertinggi sekitar 230 persen dari produk domestik bruto (PDB) pada 2018. Sementara total utang dari negara-negara berkembang mencapai rekor tertinggi sepanjang masa, hampir 170 persen dari PDB. Itu menandai peningkatan 54 poin persentase dari PDB sejak 2010.
 
Adapun gelombang keempat utang global ditemukan memiliki banyak kesamaan dengan tiga gelombang sebelumnya, yakni perubahan lanskap keuangan global, meningkatnya kerentanan, dan kekhawatiran tentang penggunaan dana pinjaman yang tidak efisien. Tiga gelombang pertama akumulasi utang global diidentifikasi berjalan dari periode tahun 1970-1989, 1990-2001, dan 2002-2009.
 

(DEV)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif