Ilustrasi. AFP/Mikhail Mordasov)
Ilustrasi. AFP/Mikhail Mordasov)

Minyak Dunia Jatuh di Tengah Kekhawatiran Pasokan

Ekonomi minyak mentah
Angga Bratadharma • 29 Oktober 2019 08:02
New York: Harga minyak dunia turun pada Senin waktu setempat (Selasa WIB) mengakhiri kenaikan empat sesi berturut-turut pada pekan lalu. Kondisi itu terjadi karena pasar menimbang sisi penawaran pasar minyak mentah global.
 
Mengutip Xinhua, Selasa, 29 Oktober 2019, minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Desember turun USD0,85 menjadi USD55,81 per barel di New York Mercantile Exchange. Minyak mentah brent untuk pengiriman Desember turun USD0,45 menjadi USD61,57 per barel di London ICE Futures Exchange.
 
Sementara itu, para investor telah menilai berita dan informasi yang menawarkan petunjuk untuk keputusan-keputusan yang akan dibuat Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya dalam pertemuan kebijakan mendatang yang dijadwalkan 5-6 Desember.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Penurunan aktivitas pengeboran (AS) tidak tercermin dalam pertumbuhan produksi yang lebih rendah, tetapi ini mungkin hanya masalah waktu," kata Analis Komoditas Commerzbank Research Carsten Fritsch, dalam sebuah catatan.
 
Produksi minyak AS sebagian besar akan memengaruhi berapa banyak produksi OPEC dan sekutunya akan memutuskan untuk memangkas, menurut Fritsch. Stok minyak mentah AS diperkirakan meningkat sekitar 700 ribu barel dalam sepekan hingga 25 Oktober, menurut sebuah jajak pendapat terbaru.
 
Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat (AS) berakhir lebih tinggi pada Senin waktu setempat (Selasa WIB), didorong oleh pendapatan perusahaan yang kuat dan tanda-tanda positif terkait perdagangan global. Meski demikian, perang dagang yang terjadi antara AS dan Tiongkok masih menjadi persoalan tersendiri.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average naik sebanyak 132,66 poin atau 0,49 persen menjadi 27.090,72. Sedangkan S&P 500 naik sebanyak 16,87 poin atau 0,56 persen menjadi 3.039,42. Indeks Komposit Nasdaq naik 82,87 poin atau 1,01 persen menjadi 8.325,99.
 
Sebanyak tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 menguat, dengan layanan teknologi dan komunikasi masing-masing naik sebanyak 1,26 persen dan 1,17 persen, melampaui yang lainnya. Utilitas dan real estat turun lebih dari satu persen, memimpin para pencundang.
 
Wall Street didorong oleh gelombang laporan pendapatan yang lebih baik dari perkiraan yang dirilis baru-baru ini. Dari S&P 500 perusahaan yang dilaporkan sejauh ini, sekitar 78 persen telah melampaui ekspektasi analis, menurut data dari FactSet.

 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif