Ilustrasi. AFP PHOTO/Bryan R Smith
Ilustrasi. AFP PHOTO/Bryan R Smith

Pasar Saham AS Bervariasi

Ekonomi wall street
Angga Bratadharma • 07 November 2019 07:32
New York: Pasar saham Amerika Serikat (AS) ditutup bervariasi pada Rabu waktu setempat (Kamis WIB), dengan Dow Jones sedikit berubah. Kondisi itu karena Wall Street mencerna data terkait pengurangan produktivitas tenaga kerja AS di kuartal ketiga dan pidato Presiden Federal Reserve Chicago Charles Evans.
 
Mengutip Xinhua, Kamis, 7 November 2019, indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,07 poin atau 0,0003 persen menjadi 27.492,56. Sedangkan S&P 500 meningkat sebanyak 2,16 poin atau 0,07 persen menjadi 3.076,78. Indeks Komposit Nasdaq turun 24,05 poin atau 0,29 persen menjadi 8.410,63.
 
Sebanyak tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 diperdagangkan lebih tinggi jelang penutupan pasar, dengan sektor perawatan kesehatan naik 0,56 persen, memimpin para pemenang. Saham CVS Health naik 5,36 persen, setelah perusahaan raksasa kesehatan ini melaporkan laba lebih tinggi dari perkiraan untuk kuartal ketiga, didorong bisnis asuransi kesehatan yang kuat.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Saham Wendy turun 0,34 persen, setelah perusahaan membukukan laba kuartal ketiga yang mengalahkan estimasi pasar. Rantai restoran cepat saji juga meningkatkan prospek pertumbuhan setahun penuh.
 
Sementara itu, Evans mengatakan dalam sebuah acara bahwa pengurangan suku bunga bank sentral AS belum memadai untuk mengubah dinamika secara substansial jika ada guncangan negatif yang besar. Perlu ada kebijakan lain guna menjaga stabilitas perekonomian dari sisi kebijakan moneter.
 
"Dalam hal penyesuaian pertengahan siklus, saya akan mengatakan itu sangat banyak pendekatan manajemen risiko untuk memastikan ekonomi AS diposisikan sebaik mungkin," kata Evans, di Dewan Hubungan Luar Negeri, sebuah think tank nirlaba di New York.
 
Di sisi ekonomi, produktivitas tenaga kerja sektor bisnis non-pertanian turun 0,3 persen di kuartal III-2019, Biro Statistik Tenaga Kerja melaporkan. Kondisi itu karena produksi meningkat 2,1 persen dan jam kerja naik 2,4 persen untuk kuartal ini, menunjukkan bahwa pekerja Amerika kurang produktif.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif