Ilustrasi. (FOTO: AFP)
Ilustrasi. (FOTO: AFP)

Ketegangan Geopolitik Redam Kenaikan Harga Minyak

Ekonomi minyak mentah
Ade Hapsari Lestarini • 09 Juli 2019 10:02
New York: Harga minyak mentah dunia ditutup bervariasi pada perdagangan Senin waktu setempat. Hal ini terjadi di tengah kekhawatiran pasar atas meningkatnya risiko geopolitik setelah Iran melampaui batas kemurnian pengayaan uranium sebesar 3,67 persen.
 
Melansir Xinhua, Selasa, 9 Juli 2019, harga minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Agustus naik 15 sen menjadi USD57,66 per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara minyak mentah Brent untuk pengiriman September turun 12 sen menjadi USD64,11 per barel di London ICE Futures Exchange.
 
Juru bicara Organisasi Energi Atom Iran mengumumkan bahwa Iran telah meningkatkan konsentrasi uranium yang diperkaya menjadi 4,5 persen, melewati batas 3,67 persen yang ditetapkan oleh kesepakatan nuklir 2015, lapor kantor berita resmi IRNA.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Behrouz Kamalvandi, sang juru bicara, mengatakan kepada IRNA bahwa uranium yang diperkaya hingga lima persen dari kemurnian digunakan sebagai bahan bakar untuk pembangkit listrik.
 
Sebelumnya pada hari itu, Kamalvandi mengatakan bahwa Iran akan memproduksi 20 persen pengayaan uranium sebagai langkah selanjutnya jika para penandatanganan kesepakatan nuklir, yang dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama, tidak membantu Iran mendapatkan keuntungan dari keistimewaan ekonomi negara tersebut.
 
Iran juga telah mengumumkan bahwa mereka telah memulai langkah-langkah untuk memperkaya uranium melampaui kemurnian 3,67 persen.
 
Setahun setelah AS secara sepihak keluar dari perjanjian nuklir, Iran juga menarik diri dari perjanjian nuklir pada 8 Mei dan mengancam tindakan lebih lanjut jika kepentingannya berdasarkan pakta tidak dapat dijamin.
 
Harga energi mendapat dukungan karena para pedagang khawatir bahwa ketegangan geopolitik di Timur Tengah dapat mengganggu aliran minyak. Namun demikian, harga minyak ditutup naik karena pelaku pasar terus khawatir atas perlambatan ekonomi global, yang akan berdampak pada permintaan minyak, para ahli mencatat.
 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif