Ilustrasi (FOTO: AFP)
Ilustrasi (FOTO: AFP)

Analis Sebut Pelemahan Pasar Saham Baru Dimulai

Ekonomi wall street ekonomi amerika the fed
25 Desember 2018 16:02
New York: Volatilitas di Wall Street telah memimpin pasar saham di seluruh dunia mengalami perjalanan liar dalam beberapa bulan terakhir. Bahkan, keguncangan tersebut mengakibatkan sejumlah pasar saham turun ke wilayah beruang dan diperkirakan semakin memburuk di 2019.
 
Adapun istilah beruang atau dalam bahasa Inggris disebut bearish dipergunakan untuk memberikan gambaran adanya penurunan harga saham. Istilah beruang berbanding terbalik dengan banteng atau dalam bahasa Inggris ditulis bull erat kaitannya dengan istilah bullish yang artinya tren penguatan harga saham.
 
Kondisi pasar beruang mengancam investor di seluruh dunia. Di Amerika Serikat, Nasdaq Composite ditutup di area beruang dan S&P 500 berada di ambang yang sama setelah turun hampir 18 persen dari rekornya awal tahun ini. Secara global, DAX Jerman dan Shanghai Composite China juga telah memasuki level pasar yang bearish.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Risiko pasar utama tetap ada, kata para ahli. Federal Reserve kemungkinan terus menaikkan suku bunga acuan dan kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi global semain meningkat yang diperparah oleh perang perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok.
 
"Saya ingin menjadi lebih optimistis tetapi saya tidak melihat terlalu banyak hal positif di luar sana. Saya pikir yang terburuk belum datang di tahun depan. Kita masih berada di paruh pertama pasar beruang," kata Ahli Strategi Global CCB International Securities Mark Jolley, seperti dikutip dari CNBC, Selasa, 25 Desember 2018.
 
Bagi Jolley, risiko besar terletak di pasar kredit. Bahkan, lanjutnya, dengan the Fed memproyeksikan dua kenaikan suku bunga acuan lagi pada 2019, perusahaan akan merasa semakin sulit untuk melunasi utang mereka yang menyebabkan beberapa gagal bayar atau diturunkan peringkat.
 
"Kelemahan seperti itu di pasar kredit akan meluas ke saham. Skenario inti saya adalah berkaitan dengan kredit, yang selanjutnya akan membebani pasar ekuitas," tuturnya.
 
Sementara itu, Kepala Ekonomi dan Strategi Mizuho Bank Wisnu Varathan mengungkapkan, secara umum investor memiliki lebih sedikit alasan untuk optimistis sekarang ini. Hal itu karena pengetatan kebijakan moneter the Fed mengartikan akan ada lebih sedikit uang untuk investasi.
 
"Benar-benar tidak ada keyakinan bagi pasar untuk membeli kembali karena mereka tidak yakin ini bagian bawahnya (penurunan pasar saham), dan karena itu mereka berpikir ini adalah pepatah pisau yang jatuh," pungkas Varathan.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif