Ilustrasi (FOTO: AFP)
Ilustrasi (FOTO: AFP)

Harga Minyak Dunia Memudar

Ekonomi minyak mentah
11 Mei 2019 09:02
Houston: Harga-harga minyak sebagian besar relatif stabil pada penutupan perdagangan Jumat (Sabtu WIB), mengakhiri pekan ini sedikit lebih rendah. Hal itu karena ketegangan perdagangan yang dipicu langkah Amerika Serikat (AS) untuk menaikkan tarif barang Tiongkok dibayangi pengetatan pasokan global dan ekspektasi kenaikan permintaan pengilangan AS.
 
Mengutip Antara, Sabtu, 11 Mei 2019, patokan global, minyak mentah Brent untuk pengiriman Juli naik tipis USD0,23 atau 0,4 persen menjadi ditutup pada USD70,62 per barel di London ICE Futures Exchange, tetapi membukukan kerugian mingguan sebesar 0,3 persen.
 
Patokan AS, minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juni, turun USD0,04 menjadi menetap pada USD61,66 per barel di New York Mercantile Exchange, dengan kerugian mingguan sebesar 0,5 persen.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Setelah minggu yang bergejolak, investor khawatir tentang kemungkinan perang perdagangan Amerika Serikat-Tiongkok yang berlarut-larut, meskipun ada upaya-upaya menit terakhir untuk menyelamatkan kesepakatan.
 
Presiden AS Donald Trump mengatakan dia tidak terburu-buru untuk menandatangani kesepakatan perdagangan dengan Tiongkok ketika Washington memberlakukan tarif baru untuk barang-barang Tiongkok dan para negosiator mengakhiri pembicaraan hari kedua.
 
Ketegangan perdagangan yang meningkat antara dua konsumen minyak terbesar dunia itu dapat mempengaruhi permintaan minyak. Data dari Badan Energi Internasional (IEA) menunjukkan Amerika Serikat dan Tiongkok bersama-sama menyumbang 34 persen dari konsumsi minyak global pada kuartal pertama 2019, .
 
Harga mendapat beberapa dukungan pada Jumat karena investor mengantisipasi kilang-kilang Gulf Coast dan Midwestern, yang keluar dari pemeliharaan musiman, untuk mendorong permintaan minyak menjelang musim mengemudi musim panas di Amerika Serikat.
 
"Minyak mentah memiliki potensi lebih besar untuk naik. Dengan dimulainya pengilangan Teluk, permintaan akan secara signifikan di atas pasokan untuk sekitar 100 hari ke depan," kata Kepala Analis Minyak di Oil Price Information Service Tom Kloza.
 
Investor juga fokus pada pengetatan pasokan menyusul pengurangan produksi yang dipimpin OPEC sejak awal tahun. Investor percaya Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutu produsennya akan memperpanjang perjanjian pengurangan produksi enam bulan dalam beberapa minggu mendatang.
 
"Kami menunggu untuk melihat apakah Saudi memberi sinyal perpanjangan pengurangan produksi mereka, dalam beberapa minggu mendatang. Pasar sedang mencari penggerak berikutnya," kata Wakil Presiden Riset Pasar Tradition Energy, Gene McGillian, di Stamford, Connecticut.
 
Pasar telah didukung lebih jauh oleh tawaran Washington untuk memangkas ekspor minyak Iran menjadi nol. Amerika Serikat menerapkan kembali sanksi terhadap Iran pada November, setelah menarik diri dari perjanjian nuklir 2015 antara Teheran dan kekuatan dunia tahun lalu.
 

(ABD)
MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:25
  • SUBUH04:35
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif