Ilustrasi (Xinhua/Wang Ying)
Ilustrasi (Xinhua/Wang Ying)

S&P 500 dan Nasdaq Capai Rekor Penutupan Tertinggi

Ekonomi wall street
24 April 2019 07:03
New York: Saham-saham di bursa Wall Street menguat pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB). Indeks S&P 500 dan Nasdaq mencatat rekor penutupan tertinggi setelah reli. Hal itu terjadi karena serangkaian laporan laba perusahaan yang lebih baik dari perkiraan, sehingga meredakan kekhawatiran tentang perlambatan.
 
Mengutip Antara, Rabu, 24 April 2019, indeks Dow Jones Industrial Average naik 145,34 poin atau 0,55 persen menjadi 26.656,39 poin. Indeks S&P 500 bertambah 25,71 poin atau 0,88 persen menjadi 2.933,68 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup 105,56 poin atau 1,32 persen lebih tinggi menjadi 8.120,82 poin.
 
Dalam perdagangan Selasa, 23 April, indeks acuan akhirnya menghapus semua kerugian curam pada akhir 2018, dengan mengakhiri hari di atas rekor sebelumnya yang dicapai pada 20 September. Indeks ditutup hanya 0,3 persen di bawah rekor hariannya 2.940,91 poin yang tercapai pada 21 September.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


S&P telah meningkat 17 persen sejauh tahun ini, dengan bantuan dari Federal Reserve yang dovish dan harapan akan resolusi perdagangan AS-Tiongkok serta awal yang baik untuk musim pelaporan laba emiten kuartal pertama.
 
"Apa yang mendorong S&P naik adalah keyakinan umum bahwa indeks akan membuat tertinggi baru," kata Rick Meckler dari Cherry Lane Investments, sebuah kantor investasi keluarga di New Vernon, New Jersey, yang memperkirakan lebih banyak laporan laba di akhir pekan dapat mendorong indeks di atas tertinggi sepanjang masa.
 
Keragaman sektor industri yang melaporkan hasil kuat pada Selasa 23 April memberi jaminan lebih lanjut kepada Tony Roth, kepala investasi di Wilmington Trust di Wilmington, Delaware, yang memperkirakan tren itu akan berlanjut.
 
“Hari ini adalah hari yang sangat luas, mewakili ekonomi secara keseluruhan. Itu lah yang mendorong pasar," kata Roth mengutip hasil kinerja keuangan dari United Technologies Corp, Lockheed Martin Corp dan Coca-Cola Co.
 
"Jika musim laba sama kuatnya dengan yang kami harapkan, rambu utama berikutnya adalah situasi perdagangan dengan Tiongkok dan penyelesaiannya," tambah Roth.
 
Keuntungan perusahaan-perusahaan S&P 500 masih diperkirakan turun 1,3 persen di kuartal pertama, dalam apa yang dikatakan analis bisa menjadi kontraksi laba pertama sejak 2016. Namun, perkiraan sebagian besar telah membaik sejak awal April.
 
Amazon.com Inc, yang akan melaporkan hasil akhir pekan ini, naik 2,2 persen, memberikan dorongan terbesar untuk S&P 500 dan Nasdaq. Sebanyak 10 dari 11 sektor utama S&P lebih tinggi, dengan rebound dalam perawatan kesehatan, yang naik 1,6 persen, memberikan dorongan terbesar.
 
Saham Twitter Inc melonjak 15,6 persen setelah perusahaan media sosial itu membukukan pendapatan kuartalan yang lebih baik dari perkiraan dan peningkatan mengejutkan dalam pengguna aktif bulanan. Hasbro Inc melonjak 14,2 persen setelah pembuat mainan ini melaporkan laba kuartalan yang mengejutkan.
 
Saham Coca-Cola naik 1,7 persen setelah penjualan kuartalannya mengalahkan estimasi, sebagian dibantu oleh permintaan yang kuat untuk Coke Zero. Lockheed Martin meningkat 5,7 persen setelah melaporkan hasil kuartalan positif dan meningkatkan perkiraan laba setahun penuh, karena permintaan yang kuat untuk rudal dan jet tempurnya.

 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif