Ilustrasi (FOTO: AFP)
Ilustrasi (FOTO: AFP)

Euro Jatuh di Tengah Keperkasaan Dolar AS

Ekonomi dolar as
25 April 2019 08:31
New York: Kurs euro merosot ke level terendah 22-bulan terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB). Kondisi itu terjadi setelah penurunan mengejutkan indikator utama kegiatan ekonomi di Jerman, menyoroti perbedaan antara data ekonomi di Amerika Serikat dan zona euro.
 
Mengutip Antara, Kamis, 25 April 2019, sentimen bisnis Jerman memburuk pada April, melawan ekspektasi untuk perbaikan kecil, karena ketegangan-ketegangan perdagangan merugikan mesin ekonomi terbesar Eropa. Euro jatuh 0,68 persen menjadi USD1,1149 atau level terendah sejak Juni 2017.
 
"Data penting Jerman yang lebih luas adalah para pelaku pasar berharap bahwa rebound dalam kondisi-kondisi moneter Tiongkok, dalam pinjaman di Tiongkok, akan membantu meningkatkan permintaan ekspor Jerman," kata Direktur Strategi Valuta Asing dan Produk Terstruktur Cambridge Global Payments Karl Schamotta.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dan mengangkat semangat di ekonomi-ekonomi inti zona euro. Kami melihat cetakan yang berurutan yang menunjukkan bahwa Jerman belum tentu lebih positif di sini," tambah Schamotta.
 
Greenback bernasib baik dalam beberapa pekan terakhir didukung oleh data ekonomi positif. "Dolar sedang memenangkan kontes kecantikan terbalik. Belum tentu fundamental AS membaik secara dramatis atau apa pun seperti itu, tetapi secara relatif pasar AS terlihat seperti tempat menarik untuk memarkir modal," kata Schamotta.
 
Indeks USD, yang mengukur mata uang AS versus sekeranjang enam mata utama saingannya, naik 0,49 persen menjadi 98,119, tertinggi sejak Juni 2017. Investor akan memantau rilis data Produk Domestik Bruto (PDB) AS untuk tiga bulan pertama 2019 pada Jumat 26 April, untuk tanda-tanda apakah AS tetap lebih kuat dari ekonomi terkemuka lainnya.
 
Dolar berada 0,38 persen lebih tinggi terhadap yen Jepang, menjelang akhir pertemuan dua hari peninjauan suku bunga pada Kamis, di mana bank sentral Jepang secara luas diperkirakan akan menjaga kebijakan moneternya stabil.
 
Pada Rabu 24 April, dolar Australia jatuh 1,25 persen setelah angka inflasi Australia yang lebih lemah dari perkiraan meningkatkan prospek penurunan suku bunga. Mata uang Amerika Latin secara luas melemah terhadap dolar AS yang kuat, dengan peso Argentina merosot ke level terendah dalam lebih dari dua minggu.
 
Poundsterling bertahan pada level terendah dua bulan dibebani oleh USD yang kuat dan memudarnya harapan akan terobosan dalam pembicaraan Brexit antara Pemerintah Inggris dan oposisi. Dolar Kanada melemah terhadap mitra AS ke level terendah dalam hampir empat bulan, karena investor meningkatkan taruhan pada pemotongan suku bunga bank sentral Kanada.
 

(ABD)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif