Ilustrasi (FOTO: AFP)
Ilustrasi (FOTO: AFP)

Harga Minyak Dunia Bangkit

Ekonomi minyak mentah
08 Januari 2019 08:01
New York: Harga minyak dunia sedikit lebih tinggi pada penutupan perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB) atau kembali menguat lebih lanjut dari tingkat terendah satu setengah tahun yang dicapai pada Desember. Kondisi itu didukung pengurangan produksi OPEC dan penguatan di pasar saham.

Mengutip Antara, Selasa, 8 Januari 2019, patokan global, minyak mentah Brent untuk pengiriman Maret naik USD0,27 atau 0,47 persen menjadi ditutup pada USD57,33 per barel di London ICE Futures Exchange.

Sementara itu, minyak mentah AS, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari naik USD0,56 atau 1,17 persen menjadi menetap pada USD48,52 per barel di New York Mercantile Exchange. Minyak berjangka telah naik lebih dari tujuh persen sejak Senin lalu 31 Desember 2018.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?



"Momentum sedang kembali ke pasar dari tingkat harga yang sangat tertekan," kata Ahli Strategi Petromatrix Olivier Jakob. Harga mendapat dukungan dari laporan Wall Street Journal yang mengatakan bahwa Arab Saudi berencana untuk memotong ekspor minyak mentahnya menjadi sekitar 7,1 juta barel per hari (bph) pada akhir Januari.

OPEC dan sekutunya berusaha mengendalikan lonjakan pasokan global, yang sebagian besar didorong oleh Amerika Serikat, di mana produksinya melampaui 11 juta barel per hari pada 2018. Rekor produksi minyak mentah yang tinggi telah mendorong kenaikan persediaan AS.

Pasokan minyak OPEC turun pada Desember sebesar 460 ribu barel per hari (bph) menjadi 32,68 juta barel per hari, sebuah survei menemukan minggu lalu, dipimpin oleh pemotongan dari pengekspor utama Arab Saudi.

"Kami terus melihat pengurangan produksi OPEC yang menjadi resmi pekan lalu, sebagai pertimbangan bullish yang sah dan kami masih mencari pengurangan untuk diterjemahkan ke pengurangan surplus minyak mentah AS yang berpotensi dikurangi dalam sekitar 8-9 minggu," kata Presiden Ritterbusch and Associates Jim Ritterbusch dalam sebuah catatan.


(ABD)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi