Ilustrasi. FOTO: AFP
Ilustrasi. FOTO: AFP

Dolar AS Perkasa di Tengah Penurunan Poundsterling

Ekonomi dolar as
Antara • 25 Oktober 2019 09:32
New York: Kurs dolar Amerika Serikat (USD) menguat terhadap sekeranjang mata uang utama saingannya pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB). Penguatan terjadi di tengah melemahnya poundsterling menyusul berlanjutnya ketidakpastian Brexit.
 
Mengutip Antara, Jumat, 25 Oktober 2019, indeks USD, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,14 persen menjadi 97,6350 pada akhir perdagangan. Pada akhir perdagangan New York, euro jatuh menjadi UDS1,1107 dari USD1,1127 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi USD1,2863 dari USD1,2904 pada sesi sebelumnya.
 
Dolar Australia turun menjadi USD0,6821 dibandingkan dengan USD0,6851. Dolar AS dibeli pada 108,61 yen Jepang, lebih rendah dibandingkan dengan 108,65 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS menguat menjadi 0,9920 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9905 franc Swiss, dan turun menjadi 1,3071 dolar Kanada dari 1,3077 dolar Kanada.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Poundsterling kehilangan kekuatan menyusul seruan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson untuk pemilihan umum awal. Perdana Menteri Inggris mengaku akan memberi anggota parlemen lebih banyak waktu untuk memperdebatkan kesepakatan Brexit baru yang dia capai dengan Uni Eropa selama mereka menyetujui pemilihan umum pada 12 Desember.
 
Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat berakhir bervariasi pada Kamis waktu setempat (Jumat WIB). Saham Tesla dan Microsoft terpantau naik karena laba kuartal ketiga yang kuat. Meski demikian, perang dagang yang berkecamuk antara Beijing dan Washington masih memberikan tekanan tersendiri terhadap gerak pasar saham.
 
Indeks Dow Jones Industrial Average turun sebanyak 28,42 poin atau 0,11 persen menjadi 26.805,53. Sedangkan S&P 500 meningkat 5,77 poin atau 0,19 persen menjadi 3.010,29. Indeks Komposit Nasdaq meningkat 66,00 poin atau 0,81 persen menjadi 8.185,80.
 
Sebanyak enam dari 11 sektor utama S&P 500 diperdagangkan lebih tinggi jelang penutupan pasar, dengan sektor teknologi informasi naik 1,48 persen, memimpin penguatan. Mayoritas dari 30 saham unggulan di Dow memperpanjang kerugian di sekitar bel penutupan, dengan saham 3M dan Johnson & Johnson turun 4,07 persen dan 1,85 persen.
 
Saham Tesla melonjak 17,67 persen, setelah pembuat kendaraan listrik itu melaporkan laba kuartalan yang sangat tinggi. Perusahaan juga mengatakan dalam pembaruan triwulanan bahwa pabrik gigafactory di Shanghai dibangun dalam 10 bulan dan siap untuk diproduksi.
 
Sedangkan saham Microsoft naik 1,97 persen, setelah perusahaan membukukan laba lebih kuat dari perkiraan untuk kuartal ketiga. Kondisi itu terjadi karena didorong oleh bisnis cloud yang kuat, yang pendapatannya melonjak 59 persen dari tahun ke tahun.
 

(ABD)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif